REQNews.com

Profesor Budi Santosa yang Sebut Mahasiswi Berhijab Manusia Gurun Ternyata Fans Jokowi dan Ahok

News

Sunday, 01 May 2022 - 06:02

Rektor ITK Prof  Budi Santosa Purwokartiko (Foto:Istimewa)Rektor ITK Prof Budi Santosa (Foto:Istimewa)

JAKRATA, REQNews - Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Profesor Budi Santosa Purwokartiko saat ini sedang viral karena unggahannya di media sosial yang menunjukkan antiterhadap mahasiswa berhijab dan menyebut mereka sebagai manusia gurun. Ternyata diungkap seorang netizen sebagai sosok pengagum Jokowi dan Ahok.

Seorang Netizen dengan akun twitter @susi_siregar mengungkap bahwa dirinya mengenal Budi Santosa.

Susi mengungkapkan Budi adalah pendukung Jokowi dan mengidolakan Ahok. Dan dia sangat menyayangkan kini Budi menjadi sosok yang menyerang agamanya sendiri.

"Aku kenal mas Budi. Awalnya cuma pendukung jokowi aja, nge fans ma ahok, eh koq kesini2 jadi nyerang agamanya sendiri. Unfortunately.. banyak juga yg akhirnya jadi begini," cuit akun Twitter @susi_siregar.

Sebelumnya sosok Budi Santosa mendadak dikenal karena unggahannya yang bercerita habis menguji sejumlah mahasiswa berprestasi. Dalam tulisan itu, dia menunjukkan antiterhadap mahasiswa yang mengucapkan kalimat dalam ajaran Islam seperti insyaallah, barakallah, dan qadarullah dan mahasiswi berhijab yang disebutnya sebagai manusia gurun.

Berikut tulisan Profesor Budi Santosa yang bikin gaduh:

Saya berkesempatan mewawancara beberapa mahasiswa yang ikut mobilitas mahasiswa ke luar negeri. Program Dikti yang dibiayai LPDP ini banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa. Mereka adalah anak-anak pinter yang punya kemampuan luar biasa. Jika diplot dalam distribusi normal, mereka mungkin termasuk 2,5% sisi kanan populasi mahasiswa. Tidak satu pun saya mendapatkan mereka ini hobi demo. Yang ada adalah mahasiswa dengan IP yang luar biasa tinggi di atas 3,5. Bahkan beberapa 3,8 dan 3,9. Bahasa Inggris mereka cas cis cus dengan nilai IELTS 8, 8,5 bahkan 9. Duolingo bisa mencapai 140, 145, bahkan ada yang 150 (padahal syarat minimum 100). Luar biasa. Mereka juga aktif di organisasi kemahasiswaan (profesional), sosial kemasyarakatan dan asisten lab atau asisten dosen. Mereka bicara tentang hal-hal yang membumi; apa cita-citanya, minatnya, usaha2 untuk mendukung cita-citanya, apa kontribusi untuk masyarakat dan bangsanya, nasionalisme dsb. Tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata-katanya juga jauh dari kata-kata langit: inshaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dsb. Generasi ini merupakan bonus demografi yang akan mengisi posisi2 di BUMN, lembaga pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta beberapa tahun mendatang. Dan kebetulan, dari 16 yang saya wawancara, hanya ada 2 cowok dan sisanya cewek. Dari 14, ada 2 tidak hadir. Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar2 openmind. Mereka mencari Tuhan ke negara2 maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang2nya pandai bercerita karya teknologi.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.