REQNews.com

Bos Senior Hamas Khaled Mashaal Tolak Solusi Dua Negara

News

Thursday, 25 January 2024 - 10:20

Kuwait, REQNews.com -- Khaled Mashaal, pejabat senior Hamas, menolak seruan untuk merundingkan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Gaza.

"Kami tidak ada hubungannya dengan solusi dua negara," kata Mashaal dalam wawancara dengan podcaster Kuwait Ammar Taqi. "Kami menolak anggapan itu karena itu artinya Anda mendapakan janji untuk suatu negara tapi harus melegitimasi negara lain, yaitu entitas Zionis. Itu tak bisa diterima."

Menurut Mashaal, Banjir al-Aqsa 7 Oktober yang memicu perang di Gaza telah menghidupkan kembali impian Palestina memusnahkan Israel. Bagi Mashaal, Palestina yang merdeka membentang dari Sungai Yordan sampai Laut Mediterania, dan dari perbatasan Lebanon sampai Teluk Aqaba.

"Saya yakin serangan 7 Oktober memperkuat kayakinan ini, mempersempit perbedaan pendapat, dan mengubah gagasan pembebasan Pelestina dari Sungai Yordan sampai Laut Mediteranea menjadi gagasan realistis," kata Mashaal. "Ini bukan sesuatu yang diharapkan, tapi bagian agenda."

Mashaal melontarkan komentar ketika Presiden AS Joe Biden dan pendukung solusi dua negara meningkatkan tekanan kepada pemimpin Israel. PM Benjamin Netanyahu beberapa kali mengatakan pihaknya menolak solusi dua negara.

"Hanya kemenangan total yang menjamin tersingkirnya Hamas dan kembalinya sandera kami," kata Netanyahu sat itu.

Hamas sukses mempecundangi Israel dalam Oprasi Banjir al-Aqsa. Setelah itu, warga Gaza harus membayar mahal tindakan Hamas. Israel melakukan pemboman brutal, dan semua kejahatan perang di Gaza. Sampai saat ini lebih 25 ribu warga sipil Gaza tewas, dan puluhan ribu lainnya terluka.

Israel juga melancarkan invasi darat ke Gaza, yang disambut perlawanan gerilya kota Brigade al-Qassam dan unit-unit tempur Hamas lainnya. Perlawanan terus berlangsung, dan Israel merespon dengan pemboman brutal.

Di Gaza, pemimpin Hamas Yahya Sinwar memimpin langsung pertempuran. Mashaal, yang bermukim di Qatar, adalah salah satu miliarder Palestina penyandang dana perjuangan Hamas.

Menurut Mashaal, sejak 7 Oktober slogan dari sungai ke laut kembali diteriakan pengunjuk rasa pro-Palestina di kota-kota besar di Eropa dan AS. Itulah yang membuat gerah Israel.

"Hamas tidak pernah bermaksud sekedar memerintah Gaza di bawah pendudukan Israel," katanya. "Hamas diperlukan untuk terus membangun perlawanan."

Cara ini, lanjutnya, memberi perlindungan politik dan administratif dalam segala hal; senjata, perencanaan, produksi senjata, pelatihan, dan terowongan.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.