REQNews.com

Lawan Rusia, Polandia dan Jerman Kompak Siagakan Ribuan Pasukan Tempur

News

Friday, 22 March 2024 - 15:30

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Republic Polandia Andrzej Duda (Foto:president.gov.ua)Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Republic Polandia Andrzej Duda (Foto:president.gov.ua)

WARSAWA, REQNewsPolandia dan Jerman sepakat menyatukan kekuatan tempur kedua negara dengan menyiagakan 5.000 pasukan gerak cepat untuk melindungi Uni Eropa dari ancaman perang dengan Rusia.

“Polandia dan Jerman bertanggung jawab atas kekuatan reaksi cepat – kekuatan militer Eropa dengan menyiapkan 2.500 tentara Polandia dan 2.500 tentara Jerman," ungkap Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz, dilansir dari Sputnik.

Rencana tersebut diungkap Menhan Polandia usai Presiden Rusia Vladimir Putin berulangkali mengancam akan menggunakan senjata nuklir jika negara-negara UE nekat menempatkan pasukannya ke wilayah Ukraina yang saat ini tengah di invasi Rusia.

Vladimir Putin menilai bergabungnya pasukan UE ke Ukraina secara tidak langsung telah mengganggu demarkasi keamanan Rusia.

Alasan tersebut yang mendorong pimpin tertinggi di Rusia itu untuk nekat meluncurkan senjata nuklir hipersonik generasi baru ke wilayah Eropa, apabila negara Barat benar - benar mengerahkan pasukannya ke Ukraina .

Khawatir ancaman ini akan direalisasikan Putin, Polandia dan Jerman memutuskan untuk bertindak cepat dengan membentuk pasukan gabungan sesuai dengan keputusan bersama anggota UE yang tergabung dalam aliansi pakta Pertahanan Atlantik atau NATO.

“Pasukan gabungan Jerman dan Polandia tentu saja akan membantu membela negara-negara NATO lainnya secepat mungkin, apabila merek diancam oleh Rusia,” kata Mikael Valtersson, Perwira pertahanan udara NATO.

Untuk mengantisipasi meluasnya invasi Rusia, Jerman dan Polandia dalam waktu dekat akan menempatkan sejumlah pusat logistik untuk meningkatkan produksi amunisi Ukraina.

Baru-baru ini Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui pencairan dana pinjaman untuk Ukraina senilai 15,6 miliar dolar AS guna memperkuat kemampuan militer Ukraina dalam melawan Rusia.

Upaya ini juga untuk membantu meningkatkan cadangan devisa Ukraina di atas 40 miliar dolar AS.

"Dukungan yang berkelanjutan dari semua mitra eksternal sangat penting," kata kepala misi IMF Ukraina Gavin Gray pada sebuah konferensi pers pada Kamis 22 Maret 2024.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.