Diprotes Malaysia, Akhirnya Facebook Pulihkan Postingan Pertemuan PM Anwar Ibrahim dan Pemimpin Hamas
KUALA LUMPUR, REQNews – Facebook telah memulihkan lagi unggahan media Malaysia terkait liputan pertemuan Perdana Menteri Anwar Ibrahim dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.
Meta Platforms, selaku perusahaan yang menaungi Facebook, berdalih bahwa penghapusan postingan itu disebabkan oleh kesalahan.
Penghapusan unggahan tersebut sebelumnya menimbulkan protes dari pemerintah Malaysia.
Otoritas Malaysia pun telah memperingatkan bakal menindak tegas Meta dan perusahaan media sosial lainnya jika mereka memblokir konten-konten pro-Palestina di platform mereka.
Anwar bertemu Ismail Haniyeh di Qatar pada Senin 13 Mei 2024 lalu. Pemimpin Malaysia itu kemudian menekankan bahwa meski memiliki hubungan baik dengan para pemimpin politik Hamas, dia tidak terlibat dalam aparatur militer kelompok pejuang Palestina tersebut.
Rabu kemarin, Pemerintah Malaysia mengirimkan surat yang meminta Meta untuk menjelaskan alasan penghapusan postingan tentang pertemuan Anwar dan Haniyeh. Adapun postingan yang dihapus itu diunggah oleh dua media Malaysia.
Pemerintah Malaysia, mempertanyakan penutupan akun Facebook milik media lainnya, yaitu Malaysia Gazette, oleh Meta pada bulan lalu. Media tersebut diketahui aktif meliput isu-isu Palestina.
“Dua postingan dihapus karena kesalahan dan kini telah dipulihkan,” ungkap juru bicara Meta melalui email kepada Reuters.
Pada Rabu kemarin, Menteri Komunikasi yang juga juru bicara Pemerintah Malaysia, Fahmi Fadzil, mengutuk penghapusan postingan tersebut. Dia menuduh organisasi-organisasi AS tidak menghormati kebebasan media.
Sementara Malaysia Gazette pada hari yang sama menyatakan, permohonannya kepada Facebook untuk mengaktifkan kembali akunnya telah diterima dan sekarang dapat dioperasikan kembali.
Meta berdalih, pihaknya “tidak sengaja” menghapus postingan pertemuan Anwar dan Haniyeh di platform Facebook. Namun, yang perlu masyarakat ketahui, Meta sejak jauh-jauh hari telah melabeli Hamas sebagai “organisasi berbahaya” dan melarang segala macam konten yang memuji-muji kelompok perjuangan Palestina itu.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.