Peringatan Deklarasi Balfour: Kelompok pro-Palestina Curi Patung Presiden Pertama Israel
Manchester, REQNews.com -- Action Palestine, kelompok pro-Palestina, mencuri patung Chaim Weizmann -- presiden pertama Israel -- dalam serangan vandalisme terkoordinasi terhadap organisasi pro-Israel pada peringatan Deklarasi Balfour.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat 1 Oktober, Action Palestina mengatakan serangan itu adalah bentuk penolakan terhadap surat Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour tahun 1917 tentang perlunya menciptakan rumah nasional bagi orang Yahudi di Palestina.
Saat Deklarasi Balfour muncul, wilayah Palestina -- meliputi Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat -- masih bagian Kekaisaran Ottoman.
Di Universitas Manchester, aktivis mencuri dua patung dada Chaim Weizmann -- dosen di perguruan tinggi itu yang kemudian menjadi presiden pertama Israel. Dalam video yang diunggah di X, dua penyerang bertopeng memecahkan kaca pelindung dengan palu, mencomot patung itu, dan memasukannya ke dalam tas hitam.
Dalam unggahan lain di X, Action Palestine menyebut Weizmann sebagai arstiek pembersihan etnis Palestina untuk mengamankan Deklarasi Balfour.
Pada hari yang sama, aktivis menyemprot Institut Manufaktur Universitas Cambridge dengan cat merah, mengecam kemitraannya dengan perusahaan pertahanan yang berbisnis dengan Israel.
Tindakan vandalisme berlanjut ke London. Anggota Action Palestine melemparkan cat merah ke kantor Pusat Komunikasi dan Penelitian Inggris-Israel (BICOM) dan Dana Nasional Yahudi (JNF). Kepolisian Metropolitan London sedang menyelidiki kedua insiden itu dengan dasar kejahatan kebencian.
Phil Rosenberg, kepala Dewan Deputi Yahudi-Inggris, mengatakan tindakan itu membuat banyak orang Yahudi merasa menjadi sasaran dan tidak aman di negara ini.
Para aktivis membela tindakan Action Palestine. "Kelompok lobi Israel dan media arus utama terkejut dengan cat merah, tapi tangan mereka berlumuran darah warga Palestina," tulis Action Palestine.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.