REQNews.com

Ngeri! Putin Ancam Serang Ukraina Pakai Rudal Oreshnik yang Tak Bisa Dicegah Sistem Pertahanan Udara

News

Friday, 29 November 2024 - 15:31

Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Istimewa)Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Istimewa)

MOSKOW, REQNews - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengancam akan menyerang Kyiv menggunakan rudal Oreshnik. Rudal tersebut adalah senjata jarak menengah yang digunakan Moskow untuk menggempur kota Dnipro minggu lalu.

Senjata itu diklaim Putin tidak dapat ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara mana pun.

"Tentu saja, kami akan menanggapi serangan yang sedang berlangsung di wilayah Rusia dengan rudal jarak jauh buatan barat, seperti yang telah dikatakan, termasuk dengan kemungkinan terus menguji Oreshnik dalam kondisi pertempuran, seperti yang dilakukan pada 21 November," kata Putin kepada para pemimpin aliansi keamanan negara-negara bekas Soviet pada pertemuan puncak di Kazakhstan.

Putin mengungkapkan pihaknya sedang memilih daerah mana di Ukraina yang akan diserang.

"Saat ini, Kementerian Pertahanan dan Staf Umum sedang memilih target untuk diserang di wilayah Ukraina. Ini bisa berupa fasilitas militer, perusahaan pertahanan dan industri, atau pusat pengambilan keputusan di Kyiv," katanya.

Sementara itu, menanggapai pernyataan Putin tersebut Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak menggambarkan klaim Putin bahwa sistem pertahanan udara tidak dapat menangkal rudal Oreshnik sebagai "fiksi, tentu saja".

Ia mengatakan Oreshnik hanyalah versi modifikasi ringan dari rudal balistik antarbenua Rusia.

Dikatakan bahwa Putin telah membuat klaim serupa tentang rudal Kinzhal hingga rudal tersebut ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Patriot.
   
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan ancaman Putin untuk menyerang Kyiv merupakan “bukti kelemahan".
Dia menambahkan bahwa barat tidak akan gentar dengan kata-katanya.
 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.