REQNews.com

Kepolisian Korea Selatan Investigasi Presiden Yoon Suk-yeol atas Tuduhan Pemberontakan

News

Thursday, 05 December 2024 - 12:59

Foto: Hindustan TimesFoto: Hindustan Times

Seoul, REQNews.com -- Kepolisian Korea Selatan (Korsel), Kamis 5 Desember, mulai menyelidiki Presiden Yoon Suk-yeol atas tuduhan pemberontakan, sehubungan penyataan darurat militer yang dikeluarkan.

Woo Jong-soo, kepala Markas Besar Investigasi Nasional Badan Kepolisian Korsel, memberi tahu anggota parlemen bahwa kasusnya telah dilimpahkan.

Deklarasi darurat militer, yang disampaikan Presiden Yoon pada Selasa 3 Desember malam dan dibatalkan anggota parlemen Rabu 4 Desember pagi, menjerumuskan negara ke dalam kekacauan dan membuat khawatir banyak negara.

Korsel punya mimpi buruk dengan darurat militer. Di masa lalu, darurat militer menimbulkan banyak korban. Generasi muda Korsel tidak kenal darurat militer, sampai Presiden Yoon mengemukakannya.

Masa depan Yoon Suk-yeol sebagai presiden kini tak pasti. Politisi konservatif itu terpilih tahun 2022, tapi popularitasnya menurun sejak sang istri menerima tas Gucci dari seseorang.

Militer Korsel setengah hati menanggapi deklarasi darurat militer Presiden Yoon. Saat militer memblokade Majelis Nasional Korsel, sebanyak 190 berhasil masuk ke dalamnya dan menggelar sidang untuk mengeluarkan mosi pencabutan darurat militer.

Kini, enam partai posisi resmi mengajukan mosi pemakzulan Presiden Yoon ke parlemen. Dalam mosi itu oposisi mengatakan Persiden Yoon melanggar konstitusi dan hukum, serta menuduhnya memberlakukan darurat militer untuk menghindari penyelidikan atas tindakan ilegal yang melibatkan dirinya dan istrinya.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.