Akhirnya Jaringan ISIS Akui Dalang di Balik Serangan Tewaskan Seorang Menteri Afghanistan
KABUL, REQNews - Jaringan kelompok ISIS yakni kelompok Islamic State Khorasan Province (ISKP) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan salah satu pejabat tinggi Taliban.
Pejabat yang tewas tersebut yakni Menteri urusan Pengungsi Afghanistan yang ditunjuk Taliban, Khalil Ur-Rahman Haqqani.
Ia tewas dalam sebuah serangan bom bunuh diri di ibu kota, Kabul pada Rabu 11 Desember 2024.
Seorang sumber pemerintah, yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ledakan itu terjadi di Kementerian Urusan Pengungsi di Kabul.
Dikutip dari Al-Jazeera, tak hanya merenggut nyawa Khalil Haqqani, serangan bom bunuh diri tersebut juga menewaskan lima orang lainnya.
Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, juga mengonfirmasi kabar kematian rekan sejawatnya tersebut.
Diketahui, ISKP merupakan organisasi afiliasi regional Afghanistan dari kelompok Islamic State (IS) atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang merupakan saingan utama Taliban.
Menurut laporan yang dikeluarkan oleh media propaganda milik ISIS yakni Amaq, serangan tersebut dilakukan oleh seorang anggota ISKP.
Anggota ISKP tersebut menunggu di luar kantor Khalil Haqqani dan kemudian meledakkan bahan peledak yang terikat di tubuhnya saat sang menteri keluar.
Khalil Haqqani adalah saudara Jalaluddin Haqqani, seorang pemimpin gerilya terkenal yang melawan pasukan Soviet di Afghanistan pada 1980-an.
Jalaluddin Haqqani juga dikenal karena mendirikan jaringan Haqqani yang bertanggung jawab atas banyak serangan selama pemberontakan Taliban selama 20 tahun.
Kuatnya jaringan Haqqani ini juga terlihat dari penempatan para anggotanya di posisi sentral pemerintahan Taliban yang menggulingkan pemerintahan Ashraf Ghani yang didukung Amerika Serikat (AS).
Selain Khalil, Sirajuddin Haqqani, keponakan menteri sekaligus putra Jalaluddin, saat ini juga menjabat sebagai menteri dalam negeri di pemerintahan Taliban.
Meskipun situasi keamanan secara keseluruhan di Afghanistan telah membaik sejak Taliban menguasai Afghanistan sepenuhnya pada 2021, puluhan serangan bom dan bom bunuh diri masih terus terjadi setiap tahunnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.