REQNews.com

Geger! Dr Andi Ibrahim Dosen UIN Makassar Ditangkap Jadi Bos Uang Palsu yang Diproduksi di Kampus, Ini Profilenya

News

Friday, 20 December 2024 - 12:03

Dr Andi Ibrahim Dosen UIN Makassar (Foto:Istimewa)Dr Andi Ibrahim Dosen UIN Makassar (Foto:Istimewa)

MAKASSAR, REQNews -  Polres Gowa dan Polda Sulawesi Selatan menangkap Dr Andi Ibrahim SAg, SS, MPd, dosen PNS sebagai akademisi di UIN Alauddin Makassar.

Kasus Dr. Andi Ibrahim ini mengguncang publik, terutama karena ia adalah dosen yang seharusnya menjadi panutan di dunia akademik.

Dia disebut-sebut sebagai pemimpin jaringan pembuat uang palsu yang diproduksi di Kampus UIN Alauddin Makassar.

Selain Andi Ibrahim, Polres Gowa menangkap 16 orang lainnya  terkait kasus tersebut pada Kamis 12 Desember 2024.

Sebelum ditangkap, Dr. Andi Ibrahim menjabat sebagai kepala perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

Dr. Andi Ibrahim  merupakan doktor lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar (2019), Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Dr. Andi Ibrahim  sosok yang sering menjadi narasumber dalam Workshop Re-Akreditasi Perpustakaan yang digelar beberapa kota.

Bahkan dalam berbagai kesempatan, ia menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan literasi akademik di kampus.

Juga dikenal sebagai sosok dosen yang cukup cerdas dalam dunia akademisi. Ia sering aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik.

Rektor UIN Makassar, Hamdan Juhannis saat konferensi pers bersama dengan jajaran Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Mapolres Gowa, Kamis 19 Desember 2024 mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memecat Dr. Andi Ibrahim.

"Kami mengambil langkah setelah ini jelas, kedua oknum yang terlibat dari kampus kami langsung kami berhentikan dengan tidak hormat," katanya.

Atas peristiwa ini, Hamdan juga menyebut dirinya malu karena ada pegawai dari kampus yang ia pimpin terlibat dalam kasus peredaran uang palsu.

Dia pun mendukung segala proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga ke akarnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.