Arab Saudi Minta Dokter Atheis Penabrak Pasar Natal Diekstradisi, Jerman tak Mau Dengar
Berlin, REQNews.com -- Sejumlah surat kabar melaporkan pemerintah Arab Saudi pernah meminta Jerman mengekstradisi Taleb al-Abdulmohsen -- dokter atheist penabrak Pasar Natal di Magdeburg -- tapi pemerintah Jerman tak mau dengar.
Kantor berita dpa melaporkan sebelum mengajukan permintaan ekstradisi, Arab Saudi memperingatkan pemerintah Jerman akan 'bahaya' membiarkan Taleb al-Abdulmohsen. Sifat peringatan itu belum diketahui.
Sumber keamanan Jerman membenarkan adanya peringatan dari Arab Saudi, seraya mengatakan pandangan ekstremis yang diungkapkan secara terbuka di platform X yang membuat al-Abdulmohsen sangat berbahaya.
Al-Abdulmohsen, seperti kebanyakan warga Arab Saudi, lahir dari keluarga Muslim. Ia berubah menjadi atheis, alias tak percaya Tuhan, dan menjadi anti-Islam radikal. Jika selama ini dunia hanya mengenal kata Muslim Radikal, al-Abdulmohsen adalah representasi anti-Muslim Radikal.
Dokter atheis ini tinggal di Jerman sejak 2006, tapi memperoleh pendapat status perlindungan tahun 2016. Der Spiegel melaporkan al-Abdulmohsen berurusan dengan hukum tahun 2013 karena mengganggu kedamaian publik dengan pengancaman.
Alih-alih dijatuhi hukuman, Jerman hanya mendenda 900 euro atau Rp 15 juta, dan diizinkan tinggal. Jerman tampaknya khawatir jika dideportasi ke Arab Saudi, al-Abdulmohsen akan dieksekusi mati.
Kekhawaritan Arab Saudi akan bahaya yang ditimbulkan al-Abdulmohsen menjadi kenyataan. Seperti Muslim Radikal, anti-Muslim Radikal juga berpotensi melakukan tindakan teror.
Mengendarai mobil sewaan, al-Abduhmohsen menabrak kerumunan Pasar Natal. Lima tewas, 41 luka serius, dan 200 lainnya luka ringan.
Aparat keamanan masih mencari motif penyerangan. Jaksa Magdeburg Horst Nopens mengatakan serangan itu kemungkinan dipicu ketidak-puasan tersangka terhada cara Berlin menangani pengungsi Arab Saudi.
Al-Abdulmosen kini menghadapi lima tuduhan pembunuhan, dan 200 cobaan pembunuhan.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.