Pentolan OPM Pembunuh 4 Prajurit TNI Menyerahkan Diri ke Pasukan Elite Kostrad
MAYBRAT, REQNews – Pembunuh empat prajurit TNI dalam tragedi penyerangan Posramil Kisor, Maybrat pada 2021 lalu akhirnya menyerahkan diri setelah empat tahun buron.
Untuk diketahui, tragedi penyerangan Pos Ramil Kisor terjadi pada Kamis 2 September 2021. OPM menyerang Posramil itu sekira pukul 03:00 WIT. Saat penyerangan terjadi, prajurit TNI sedang beristirahat di Posramil.
Dalam tragedi itu, OPM dengan sadis menghabisi nyawa empat prajurit TNI. Keempat korban prajurit TNI yang gugur yaitu, Komandan Posramil Kisor, Letnan Satu Chb Dirman. Sersan Dua Amrosius, Praka Dirham dan Pratu Zul Ansari.
Pentolan Kelompok Separatis Teroris (KST) OPM Papua yang menyerahkan diri itu berinisial Hk. Ia menyerahkan diri kepada pasukan elite Kostrad TNI, Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha.
Berdasarkan siaran resmi Penerangan Satgas Yonif PR 501/Bajra Yudha yang dikutip Kamis 16 Januari 2025, kronologi penyerahan diri tersebut berawal pada Senin malam 13 Januari 2025, prajurit TNI Satgas Yonif PR 501/BY di Pos Fuog pimpinan Letnan Dua Inf Fanno mendapatkan laporan dari seorang mantan anggota OPM tentang niat salah satu pentolan OPM yang ingin bertobat dengan cara menyerahkan diri ke TNI.
Mendapatkan informasi itu, Letda Fanno langsung melapor ke Komandan Satgas Yonif PR 501/BY, Letnan Kolonel Inf Yakhya Wisnu Ariyanto.
Letnan Kolonel Inf Yakhya lagsung mengerahkan pasukannya untuk melakukan penjemputan HK dan keluarganya.
Lalu prajurit bergerak ke lokasi tempat HK dan keluarganya turun gunung, yakni di ujung dari Desa Fuog. Kemudian keesokan harinya, ternyata HK benar-benar muncul keluar hutan.
Walau menyerahkan diri dan bertobat, tapi HK tetap harus mempertanggungjawabkan semua tindak kejahatan yang pernah diperbuatnya. TNI menyerahkan HK ke kepolisian Polres Maybrat sebagai pihak yang berwenang.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.