Berkat Donald Trump, TikTok di AS Hidup Lagi
Washington, REQNews.com -- TikTok, Minggu 20 Januari, kembali aktif -- beberapa jam setelah Donald Trump, presiden terpilih AS, berjanji mencegahnya berhenti beroperasi.
"Kami berterima kasih kepada Presiden Trump yang memberikan kejelasan dan jaminan kepada penyedia layanan kami bahwa mereka tidak akan menghadapi hukuman karena menyediakan TikTok bagi 170 juta warga AS, dan memungkinkan tuju juta usaha kecil untuk berkembang," tulis manajemen TikTok di akun X.
TikTok melanjutkan; "Ini adalah pendirian yang kuat untuk Amandemen Pertama dan menentang penyensoran sewenang-wenang. Kami akan bekerja sama dengan Presiden Trump untuk solusi jangka panjang yang membuat TikTok tetap beraa di AS."
Dalam pesan 'Selamat Datang Kembli' yang muncul di aplikasi itu setelah pelarangn, pengguna segera membuka kembali akun-akun ereka. "Terima kasih atas kesabaran dan dukungan Anda. Sebagai hasil upaya Presiden Trump, TikTok hadir lagi di AS," kata manajemen TikTok.
Pengguna TikTok di AS menyambut gembira bahwa mereka mendapatkan kembali akses ke akun mereka. Pengguna TikTok di New York terkejut dan bersuka cita.
"Ini cepat sekali," kata seorang pengguna di Central Park.
Emma, mahasiswa usia 19 tahun, mengatakan; "Sangat gembira ketika melihat aplikasi TikTok hanya menghilang singkat."
Kabar TikTok hidup lagi muncul hanya beberapa jam setelah Trump mengatakan akan mengeluarkan perintah eksekutif untuk menjaga TikTok tidak tutup. Dalam pengumuman rencananya, Trump mengatakan AS akan mengambil alih 50 persen kepemilikan dalam usaha patungan untuk membeli platform TikTok.
Tidak jelas apakah pemerintah AS bermaksud memiliki sebagian kepemilikan atas aplikasi itu, atau menginstruksikan para juragan di sekelilingnya urunan dana untuk membeli operasi TikTok di AS.
ByteDance, perusahaan induk TikTok, sebelumnya diberi waktu sembilan bulan untuk menjual bisnisnya di AS atau dilarang beroperasi. Larangan telah disahkan dengan suara mayoritas dan menjadi UU di era Joe Biden.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.