REQNews.com

Disebut Lemah oleh Donald Trump, Begini Komentar Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

News

Saturday, 25 January 2025 - 18:01

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei (Foto: Khamenei’s Office)Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei (Foto: Khamenei’s Office)

TEHERAN, REQNews - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menepis pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa negaranya melemah akibat konflik di Timur Tengah.

Setelah dilantik sebagai presiden AS pada Senin 20 Januari 2025, Donald Trump mengatakan serangan Israel terhadap fasilitas militer Iran pada Oktober 2024 menyebabkan kemunduran.

Iran, walaupun tak terlibat secara langsung, kerap dikaitkan dengan berbagai konflik seperti di Palestina, Lebanon, Yaman, maupun Suriah.

Khamenei bahkan menyebut Trump berkhayal menyebut Iran semakin melemah.

"Pemimpi yang delusi itu menyebutkan bahwa Iran telah melemah," kata Khamenei, di media sosial X.

Dia balik menantang Trump dengan mengatakan, "Masa depan akan menunjukkan siapa yang telah menjadi lemah."

Khamenei menyamakan kondisi Iran saat negaranya diinvasi Irak pada 1980. Saat itu Irak, di bawah pemerintahan Saddam Hussein, mendapat dukungan dari AS, saat itu di bawah kepemimpinan Presiden Ronald Reagan.

"Saddam memulai serangannya dan Reagan memberinya sejumlah besar bantuan berdasarkan ilusi bahwa Iran telah menjadi lemah," kata Khamenei.

Anggapan bahwa Iran lemah saat itu tak terbuktikan, bahkan justru semakin kuat.

"Kali ini juga akan sama," tuturnya.

Iran mendapat tekanan dalam konflik di kawasan, bukan saja dalam perang di Lebanon (antara Hizbullah dengan Israel) maupun Yaman (antara Houthi dengan Israel ditambah sekutu Barat lainnya), tapi juga pasca-tumbangnya pemerintahan Bashar Al Assad di Suriah.

Iran merupakan sekutu dekat Assad. Namun setelah Assad digulingkan oleh kelompok oposisi bersenjata yang dipimpin Hayat Tahrir Al Syam (HTS), pengaruhnya di Suriah memudar.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.