REQNews.com

Parlemen Thailand Pilih Anutin Charnvirakul Jadi Perdana Menteri

News

Friday, 05 September 2025 - 18:57

Foto: Bussines StandardFoto: Bussines Standard

Bangkok, REQNews.com -- Parlemen Thailand, Jumat 5 September, memilih Anutin Charnvirakul sebagai perdana menteri ketiga Thailand terhitung sejak 2023 dalam langkah yang diharapkan menawarkan masa tenang.

Anutin meraup 273 suara majelis rendah, atau lebih banyak dari yang diperlukan yaitu 247 suara untuk menang. Chaikasem Nitisiri, pesaing yang berasal dari blok Keluarga Shinawatra, memperoleh 132 suara.

Mantan raja konstruksi berusia 58 tahun itu mengamankan posisi teratas hanya dengan dukungan dari Partai Rakyat yang pro-demokrasi, yang hanya menuntutnya mengadakan pemilihan umum dalam beberapa bulan.

Anutin menggantikan Paetongtarn Shinawatra, putri bungsu Thaksin Shinawatra yang digulingkan Mahkamah Kontitusi pekan lalu karena melanggar etika.

Politik Thailand diwarnai banyak drama. Kamis malam 4 September, Thaksin Shinawatra meninggalkan Bangkok menuju Dubai dengan alasan pemeriksaan kesehatan. Alasan tak bisa dipercaya, karena kepergian Thaksin terjadi hanya beberapa hari sebelum putusan pengadilan yang dapat memenjarakannya.

Thaksin bisa saja menghadapi tuduhan kabur jika putusan pengadilan menjebloskannya ke balik jeruji besi. Jika tidak, orang akan mengatakan spekulasinya tak terbukti.

Pengaruh klan Shinawatra dalam politik Thailand masih belum surut, dan diperkirakan akan bangkit lagi dalam beberpa tahun ke depan.


Koalisi Minoritas

Sebagai perdana menteri, Anutin akan memimpin koalisi minoritas yang mencakup partai-partai pro kemapanan yang menghalangi Move Forward, pendahulu Partai Rakyat, untuk mengambil alih kekuasaan setelah pemilu 2023.

Perjanjiannya dengan Partai Rakyat adalah Anutin harus membubarkan parlemen dalam waktu empat bulan setelah dilantik dan menyampaikan pernyataan kebijakannya.

Peter Mumford, kepala Praktik Asia Tenggara di Eurasia Group, mengatakan pemungutan suara untuk memilih perdana menteri hari ini mengakhiri drama langsung dan kemungkinan pemilihan umum mendadak.

"Namun, permainan politik masih akan berlanjut, karena Anutin berupaya memperluas koalisinya dan prospek Pheu Thai masih belum jelas," kata Mumford.

Tantangan Anutin adalah ekonomi yang lesu akibat perang dagang Persiden AS Donald Trump, dan sengketa perbatasan dengan Kamboja. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan rata-rata dua persen tahun ini, atau kurang dari setengah laju ekspansi Indonesia dan Filipina.


Raja Koalisi

Anutin telah menjabat di kabinet di berbagai spektrum politik Thailand, mulai dari era Thaksin Shinawatra yang populis hingga pemimpin kudeta Prayuth Chan-Ocha, serta masuk dalam kebinet Paetongtarn Shinawatra.

Selama hampir satu dekade ia menjadi kingmaker koalisi, memanfaatkan jaringan provinsi dan sekutu bisnis. WikiLeaks menggambarkannya dekat dengan putra mahkota Thailand saat itu.

Sebagai seorang insinyur, Anutin menjalankan perusahaan keluarga Sino-Thai Engineering & Construction, yang sekarang dikenal sebagai Secon Group Pcl, sebelum terjun ke politik penuh waktu.

Kredensialnya yang pro-bisnis dapat membantu meredakan kekhawatiran perusahaan dan investor yang khawatir tentang seringnya terjadi ketidakstabilan politik dan dampaknya beri perekonomian.

Thailand memiliki sejarah panjang ketidakstabilan politik, dengan para hakim dan jenderal yang pro-monarki berulang kali menggulingkan perdana menteri terpilih. Paetongtarn adalah perdana menteri kelima yang terkait dengan klan Shinawatra yang diberhentikan oleh Mahkamah Konstitusi.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.