REQNews.com

Zohran Mamdani Serukan Boikot Starbucks di Tengah Gelombang Mogok Barista AS

News

Selasa, 18 November 2025 - 11:00

Zohran Mamdani (Foto : indiatimes.com)Zohran Mamdani (Foto : indiatimes.com)

NEW YORK, REQNews - Seruan boikot terhadap Starbucks menggema dari New York. Wali kota muda, Zohran Mamdani, kembali muncul sebagai salah satu suara paling lantang dalam isu perburuhan Amerika Serikat. Melalui unggahan di akun X pribadinya, politisi Partai Demokrat berhaluan sosialis itu meminta publik berhenti membeli produk Starbucks sebagai bentuk solidaritas terhadap ribuan barista yang tengah mogok.

Aksi mogok ini berlangsung serentak di ratusan gerai. Di balik gerakan tersebut, para pekerja menuntut hal-hal mendasar: kenaikan upah, perbaikan lingkungan kerja, serta perlindungan bagi pekerja yang aktif dalam organisasi serikat. Mereka menuding manajemen Starbucks menerapkan praktik perburuhan yang tak adil dan enggan bernegosiasi untuk memperbaiki kontrak kerja.

Mamdani menyebut dirinya ikut “berpuasa” dari produk Starbucks selama aksi berlangsung. “Saya tidak akan membeli apa pun dari Starbucks,” tulisnya, sembari mengajak publik melakukan hal serupa sebagai tekanan moral kepada perusahaan.

Namun manajemen Starbucks membantah seluruh tudingan. Mereka menyebut tuntutan serikat tidak realistis serta mengklaim telah memberikan standar kompensasi terbaik di antara perusahaan sejenis. Kebuntuan ini makin menebalkan jurang antara dua belah pihak.

Sementara itu, mogok yang dimotori serikat tersebut telah meluas ke sekitar 550 gerai di 45 kota. Jumlah itu diprediksi bertambah jika tak ada terobosan negosiasi dalam waktu dekat. Di tengah perselisihan yang kian membesar ini, seruan Mamdani menegaskan satu hal: konflik di balik meja kasir Starbucks telah berubah menjadi isu politik yang tak bisa lagi diabaikan.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.