REQNews.com

AS Pertimbangkan Tangkap Maduro dan Rebut Ladang Minyak Venezuela?

News

Monday, 24 November 2025 - 15:00

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto:Istimewa)Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto:Istimewa)

WASHINGTON, REQNews  — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali dikabarkan menimbang langkah agresif terhadap Venezuela. Menurut laporan The Washington Post, Gedung Putih bahkan mempertimbangkan opsi untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro dan mengambil alih ladang-ladang minyak negara Amerika Selatan itu.

Informasi tersebut datang dari seorang mantan pejabat AS yang mengetahui diskusi internal pemerintah. Ia menyebut bahwa pada musim panas lalu, pemerintahan Trump merumuskan dua skenario besar terkait Venezuela.

Opsi pertama sudah berjalan sejak September, menyerang kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba ke AS. Operasi itu, yang menargetkan lebih dari 20 kapal, disebut telah menimbulkan hampir 100 korban jiwa.

Opsi kedua jauh lebih berani, penyitaan aset minyak Venezuela dan penangkapan Maduro. Untuk memuluskan rencana tersebut, sumber yang sama menyebut CIA telah memulai operasi rahasia.

Dua pejabat lain yang mengetahui operasi tersebut mengatakan kepada The Washington Post bahwa perang antinarkoba AS terhadap Venezuela kini digerakkan dengan intensitas yang setara dengan perang melawan teror pasca-serangan 11 September 2001. Pada Oktober lalu, Trump bahkan memberi lampu hijau kepada CIA untuk melakukan operasi rahasia terhadap para pengedar narkoba, termasuk penggunaan kekuatan mematikan.

Laporan terpisah dari The New York Times juga mengungkap bahwa Trump telah menyetujui rencana operasi rahasia CIA di Venezuela sebuah langkah yang dinilai bisa menjadi batu loncatan menuju intervensi militer terbuka.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi. Namun rangkaian laporan tersebut menambah panjang spekulasi bahwa Washington tengah menyiapkan babak baru dalam tekanan mereka terhadap Maduro.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.