Mobil Gubenur Sumut Bobby Nasution Digebrak Emak-emak, Ini Tuntutannya
BATUBARA, REQNews — Pagi di Desa Bulan-Bulan, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, berubah riuh ketika puluhan warga berdiri menghadang iring-iringan mobil Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Rabu, 26 November 2025. Di tengah debu jalanan dan teriakan protes, warga menuntut satu hal, hentikan rencana alih fungsi pasar desa menjadi kantor Koperasi Merah Putih.
Menurut warga, rencana itu datang tiba-tiba, tanpa satu pun forum musyawarah. Karena tak menemukan ruang untuk protes, jalanan pun menjadi panggung unjuk rasa.
Begitu rombongan gubernur terhenti, warga berusaha mencari mobil yang ditumpangi Bobby. Seorang ibu sempat menggebrak bodi mobil hitam itu, meminta gubernur membuka jendela. Respons Bobby terdengar singkat, ditujukan untuk meredakan suasana. “Jangan marah-marah, Ibu,” katanya dari balik kaca gelap mobil.
Tak lama, mobil Bobby kembali melaju meninggalkan kerumunan yang masih riuh.
Di belakangnya, iring-iringan Bupati Batubara Baharuddin Siagian ikut terhambat. Berbeda dari Bobby, Baharuddin membuka sedikit kaca jendelanya dan menenangkan warga dengan janji pertemuan. “Besok kita rapat, ya,” ujarnya sebelum kendaraan itu juga perlahan meninggalkan lokasi.
Di area pasar yang dipersoalkan, sejumlah pekerja tampak mulai menggali fondasi bangunan baru. Suara cangkul dan beton seolah mengkonfirmasi kekhawatiran warga, proyek ini berjalan tanpa menunggu persetujuan masyarakat.
Hermina Sitorus, salah satu warga yang paling vokal, menyebut pasar desa bukan sekadar bangunan. “Itu pusat ekonomi kami,” katanya. Menurutnya, alih fungsi pasar akan mematikan ruang transaksi warga yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.