REQNews.com

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026, Warga Jakarta Diminta Tetap Siaga

News

Monday, 12 January 2026 - 10:00

Hujan lebat diserai angin kencang (Foto: Arab News)Hujan lebat diserai angin kencang (Foto: Arab News)

JAKARTA, REQNews - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung hingga 13 Januari 2026. Sejak Senin pagi 12 Januari 2026, hujan deras disertai angin kencang telah mengguyur sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya, memicu risiko bencana hidrometeorologi.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi sejak pagi hingga malam hari dan berpotensi berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai 11 hingga 13 Januari 2026. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan peluang terjadinya banjir, genangan, serta gangguan lingkungan lainnya.

Informasi yang disampaikan melalui akun resmi Instagram @infobmkg menyebutkan bahwa wilayah terdampak tidak terbatas di DKI Jakarta. Sejumlah daerah penyangga di kawasan Jabodetabek hingga Kepulauan Seribu turut masuk dalam kategori peringatan dini hujan sedang hingga lebat.

BMKG menetapkan status waspada hujan sedang–lebat untuk wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok.

Selain hujan lebat, peringatan dini angin kencang juga dikeluarkan BMKG dan diperkirakan berlangsung hingga hari berikutnya. Angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang, gangguan jaringan listrik, hingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di kawasan perkotaan yang padat.

Wilayah yang masuk dalam peringatan angin kencang meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, seluruh wilayah DKI Jakarta, serta Kepulauan Seribu.

BMKG menegaskan bahwa kombinasi hujan lebat dan angin kencang dapat memicu bencana seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Warga yang bermukim di daerah rawan genangan, bantaran sungai, dan wilayah dengan kondisi tanah labil diminta lebih waspada.

BMKG juga mengingatkan bahwa periode Januari hingga Maret merupakan fase rawan bencana hidrometeorologi, seiring masih berlangsungnya fase akhir La Nina lemah yang berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, memasuki pertengahan tahun, masyarakat juga diimbau mulai mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau tiba.

Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di wilayah DKI Jakarta didominasi hujan petir dengan suhu berkisar antara 22 hingga 30 derajat Celsius dan tingkat kelembapan mencapai 77–96 persen. Kepulauan Seribu juga berpotensi mengalami hujan petir dengan suhu 25–27 derajat Celsius.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg. Untuk kondisi darurat akibat cuaca ekstrem, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan layanan Jakarta Siaga 112 yang dapat dihubungi selama 24 jam.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.