Profil Siti Nurbaya, Menteri Jokowi yang Disebut Mendukung Kerusakan Lingkungan Hidup
JAKARTA, REQnews - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar disebut Greenpeace sebagai menteri yang mendukung kerusakan lingkungan hidup.
"Sangat disayangkan Indonesia memiliki menteri lingkungan hidup yang pro terhadap pembangunan skala besar yang berpotensi merusak lingkungan hidup," ucap Kepala Kampanye Global Hutan Indonesia Greenpeace, Kamis 4 November 2021.
Dia menilai Menteri LHK seharusnya menjadi orang terdepan yang memastikan warga Indonesia mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat seperti amanat UUD 1945.
Hal itu disampaikan Greenpeace menanggapi pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar yang menilai zero deforestasi (penebangan hutan) tidak boleh menghalangi agenda pembangunan era Presiden Joko Widodo saat menjadi pembicara di hadapan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Universitas Glasgow, Skotlandia.
Siti Nurbaya mulanya mengatakan FoLU Net Carbon Sink 2030 jangan diartikan sebagai zero deforestation. Hal ini perlu dipahami semua pihak bagi kepentingan nasional.
Siti menegaskan menghentikan pembangunan atas nama zero deforestation sama dengan melawan mandat UUD 1945 untuk values and goals establishment membangun sasaran nasional untuk kesejahteraan rakyat secara sosial dan ekonomi. Kekayaan alam Indonesia termasuk hutan harus dikelola untuk pemanfaatannya menurut kaidah-kaidah berkelanjutan disamping tentu saja harus berkeadilan.
Seperti apa sosok Siti Nurbaya?
Berikut profilnya!
Siti Nurbaya merupakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK) di Kabinet Indonesia Maju.
Sebelum menjadi menteri Siti Nurbaya sudah merasakan asam garam di birokrasi maupun dunia politik tanah air.
Dilansir dari berbagai sumber, perempuan kelahiran Jakarta pada 28 Agustus 1956 ini banyak mempelajari tulisan-tulisan Said bin Tsabit, penulis kodifikasi Alquran pada era pemerintahan Ustman bin Affan [644-656 Masehi].
Sosok sejarah Islam yang dijuluki Pena Allah atau Sekretaris Nabi itu membuat si gadis kecil Siti Nurbaya bermimpi untuk mengikuti jejaknya.
Mulai saat itu Siti Nurbaya yang berdarah Betawi asli tersebut terus mengasah kemampuannya sejak remaja dengan aktif di berbagai organisasi.
Siti menyelesaikan pendidikan di SD Muhammadiyah III, SMP Negeri 50 Slamet Riyadi, Jakarta dan SMA Negeri 8 Bukit Duri, Jakarta.
Jenjang kariernya kemudian meningkat di Pemda Provinsi Lampung hingga dipercaya menjabat Ketua Bappeda Provinsi Lampung. Kemudian dia masuk eselon I ketika diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri pada 2001-2004 dan meraih beberapa penghargaan antara lain sebagai Pegawai Negeri Sipil Teladan (PNS) 2004.
Pada 2006, lulusan S2 International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda itu ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjalankan tugas sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah RI.
Lulusan S3 kolaborasi IPB dengan Siegen University ini juga pernah menjadi Sekjen DPD RI dan Dewan Komisaris PUSRI. Lepas dari masa tugasnya di birokrasi, Siti Nurbaya menjadi Ketua DPP Nasdem. Kemudian dia terpilih menjadi Menteri LHK sampai dengan saat ini.
Redaktur : Tia Heriskha
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.