Harapan dan Hak Asasi Manusia

Jumat, 18 Januari 2019 – 12:25 WIB

Hak asasi manusia (foto: istimewa)

Hak asasi manusia (foto: istimewa)

Tahun 2019 baru berlangsung 18 hari. Pergantian tahun sering kali dimaknai sebagai awal yang baru, semangat baru. Suasana yang lebih segar menciptakan optimisme untuk melangkah ke depan, mewujudkan harapan. Hari ini, 18 Januari 2019, Reqnews hadir sebagai penyedia informasi di bidang hukum. Sebagai media online, Reqnews merupakan transformasi dari media sebelumnya, Requisitoire Magazine, sebuah media berbasis cetak (majalah) yang sekaligus memiliki situs berita hukum.

Seiring waktu berjalan, perkembangan telah melaju dengan cepat. Kami menyadari harus berubah sesuai perkembangan zaman. Jika dahulu kami tampil dalam bentuk teks dan visual, kini kami mengoptimalkan kekuatan teknologi informasi. Dalam Reqnews, kami menyajikan informasi secara audio visual (ReqTV di Youtube) dan teks. Dengan pembaruan ini, kami berharap dapat menyajikan informasi hukum secara lebih optimal kepada masyarakat. Terutama dengan kedasyatan media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, kami akan menjangkau para pembaca kapan saja, di mana saja.

Pada hari ini pula, Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) memperingati 12 tahun Aksi Kamisan, sebuah gerakan sosial yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan dimotori oleh Maria Sumarsih (Ibunda Norma Irawan, korban penghilangan orang), Bedjo Untung (Ketua YPKP 65 yang sekaligus korban peristiwa 1965) dan Suciwati (istri alm. Munir), JSKK setiap Kamis mengingatkan pemimpin bangsa ini terhadap pekerjaan rumah yang telah lama terbengkalai dan belum tuntas.

Kamis (17/1) kemarin, beberapa jam sebelum debat calon presiden yang bertema hukum, HAM, korupsi dan terorisme dimulai, Maria Sumiarsih, Bedjo Untung beserta sejumlah korban pelanggaran hak asasi manusia, didampingi oleh orang-orang muda yang jumlahnya mencapai sekitar 450 orang berdiri di seberang Istana Merdeka, Jakarta.

Pada kesempatan itu pula, JSKK menyerahkan fotokopi surat-surat yang mereka kirimkan setiap Kamis sejak 2007-2019 kepada Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia melalui staf Sekretariat Negara di halaman Istana Merdeka. Dengan penyerahan itu pula, para korban pelanggaran HAM menyampaikan harapan diselesaikannya semua kasus tersebut melalui jalur yudisial. 

Harapan adalah sumber kekuatan untuk terus berjuang. Inilah yang berada di balik transformasi Reqnews dan kesetiaan para korban pelanggaran HAM menuntut keadilan. Harapan akan hidup bersama sebagai bangsa yang lebih beradab dan bermartabat harus terus dirawat. Reqnews sebagai media yang menempuh jalur khusus bidang hukum berkomitmen menjaga nyala api harapan itu di Indonesia.

Tanpa upaya memperjuangkan martabat kemanusiaan, kehidupan berbangsa kita sebagai negara demokratis akan jauh dari cita-cita para pendiri bangsa ini. Problem hak asasi manusia tidak akan pernah usang dalam negara yang menggunakan sistem demokrasi. Mengapa? Karena sistem yang mengakui kedaulatan rakyat itu hanya mensyaratkan satu hal secara mutlak, yakni pengakuan atas martabat manusia. Tanpanya, semua ucapan para calon presiden yang berdebat tadi malam hanyalah pepesan kosong! (Praz)