Ini 3 Cara Nyaman Berpuasa Untuk yang Punya Gangguan Maag dan GERD

Minggu, 25 April 2021 – 11:30 WIB

Ilustrasi Maag (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Maag (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Orang dengan gangguan lambung, seperti maag dan gastroesophageal reflux disease (GERD), kerap bermasalah saat perut kosong. Gangguan ini sangat menganggu bagi sebagian orang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Maag dan GERD merupakan penyakit pencernaan yang berurusan dengan meningkatnya produksi asam lambung. Pada orang dengan maag, meski mengalami peningkatan, namun asam lambung tetap berada di lambung.

Berbeda dengan GERD, di mana selain mengalami peningkatan produksi, asam lambung turut naik ke area esofagus atau berbalik arah.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan gastroenterologi, Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa orang dengan maag dan GERD tetap bisa menjalankan ibadah puasa.

Menurut Ari, prinsip puasa untuk pengidap GERD maupun maag akan serupa. Dia memberikan beberapa catatan agar puasa pengidap GERD maupun maag tetap lancar.

Hindari makanan berlemak saat sahur

Konsumsi makanan berlemak bisa menimbulkan begah dan dikhawatirkan bisa menimbulkan luka serta rasa tidak nyaman. Ari menyarankan untuk mengonsumsi makanan bertekstur lembut dan tidak berlemak seperti sup dan makanan rebus.

Berbuka dengan yang manis

Saat kondisi lambung kosong, makanan manis terbilang aman dikonsumsi. Ari menyarankan berbuka puasa dengan kurma dalam jumlah ganjil seperti ajaran Rasulullah SAW. Hindari berbuka dengan makanan yang terlalu asam, terlalu pedas, berlemak, atau makanan yang banyak mengandung gas.

Tidak langsung tidur setelah sahur

Rasa kantuk setelah santap sahur membuat sebagian orang memilih melanjutkan tidur hingga jelang waktu bekerja. Pengidap maag maupun GERD disarankan tidak langsung tidur setelah sahur. Mengapa?

Setelah selesai makan, makanan akan bertahan di lambung selama 6-8 jam lalu turun ke usus 12 jari. Jika ingin tidur, Ari menganjurkan untuk memberikan jeda setidaknya dua jam. Ambil juga posisi tidur setengah duduk untuk mencegah asam lambung naik ke esofagus. Posisi tidur seperti ini membuat asam lambung tidak naik berkat bantuan gaya gravitasi.