Atas Dasar Apa Budi Utomo Jadi Tonggak Harkitnas?

Rabu, 20 Mei 2020 – 07:01 WIB

Budi Utomo

Budi Utomo

JAKARTA, REQnews - Sebagaimana diketahui selama ini, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap 20 Mei mengacu pada hari kelahiran organisasi Budi Utomo yang didirikan dr. Sutomo bersama pelajar STOVIA lainnya pada 1908.

Pertanyaannya, kenapa harus Budi Utomo yang dijadikan tonggak Harkitnas? Apa tak ada organisasi nasionalis lainnya yang berdiri dan mengawali kebangkitan nasional?

Faktanya, merujuk buku Sarekat Islam: Pelopor Bangkitnya Nasionalisme Indonesia 1905-1942 karya Safrizal Rambe yang terbit tahun 2008 lalu, disebutkan bahwa Budi Utomo adalah organisasi yang didirikan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat Jawa, tanpa ada embel-embel tujuan nasional.

Lebih dalam lagi, Budi Utomo adalah organisasi yang anggotanya hanya berisi golongan priyayi Jawa, sementara rakyat biasa tak mungkin menjadi anggota. Dalam aktivitasnya, Budi Utomo, hanya menjalankan program-program pendidikan terhadap warga Jawa saja.

Sementara menurut sejarawan AK Pringgodigdo, lebih spesifik menyebut gerak sosial dan kebudayaan Budi Utomo hanya bergerak sebatas pada wilayah Jawa Tengah.

"Walaupun Budi Utomo perkumpulan buat seluruh Jawa dan karena itu bermula mempergunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa perantaraan, sudut sociaal-cultureel Budi Utomo hanya memuaskan untuk penduduk Jawa Tengah," tulis AK Pringgodigdo dalam bukunya 'Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia'.

Jika Anda merujuk pada tulisan-tulisan sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer, yang menjadi tonggak kebangkitan nasional justru adalah Sarekat Prjaji yang didirikan Raden Mas Tirto Adi Suryo pada 1906, dua tahun sebelum Budi Utomo.

 

 

Ada juga suara-suara lainnya yang menolak Budi Utomo sebagai cikal bakal Harkitnas. Organisasi seperti Sarekat Dagang Islam (SDI) yang merupakan cikal bakal Sarekat Islam atau Syarikat Islam (SI) disebut lebih layak dibanding Budi Utomo.

Fakta mengejutkan lainnya, Budi Utomo juga bukan merupakan organisasi yang sebelum 28 Oktober 1928 yang berani menyandang nama Indonesia. Justru ada tiga organisasi yang menjadi pemula menggunakan nama kebanggaan bangsa, Budi Utomo tak termasuk di dalamnya.

Ketiga organisasi awal yang menggunakan nama Indonesia itu adalah Partai Komunis Indonesia (PKI), yang berubah nama dari Perserikatan Komunis Hindia-Belanda. Kemudian ada Indische Vereniging dirian Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia.

Selanjutnya adalah organisasi yang didirikan Ir Sukarno, yakni Partai Nasional Indonesia atau PNI. Ketiga organisasi ini berdiri dengan tujuan jelas, yakni untuk menyiapkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah Belanda.

Pertanyaannya, kembali seperti di awal, kenapa harus Budi Utomo?