Terbongkar, Begini Strategi CIA Merekrut Milenial Z Jadi Agen

Minggu, 31 Mei 2020 – 10:37 WIB

CIA

CIA

JAKARTA, REQnews - Central Intelligence Agency (CIA) atau Badan Intelijen Pusat AS membocorkan rahasia strateginya dalam merekrut anak-anak muda, terutama mereka yang termasuk golongan milenial Z.

CIA kini tak lagi secara diam-diam melakukan perekrutan. Bahkan, anak-anak muda diajak untuk bergabung dengan badan intelijen nomor satu dunia itu hanya melalui media sosial, Twitter.

Menurut laporan NPR edisi 26 Maret 2020, CIA rupanya ingin mengikuti perkembangan zaman terkini. Mereka sampai membuat pameran dengan tema perekrutan kerja bagi anak-anak muda di AS.

Perekrutan ini diumumkan secara terbuka melalui Twitter. Informasinya, lulusan SMA di AS dapat mulai bekerja secara magang di kantor CIA, tentunya ada syarat-syarat khusus sebagaimana tertera di medsos mereka, baik Twitter maupun Instagram.

Sebagai informasi, CIA punya akun Twitter dengan 2,9 juta follower. Mereka juga punya akun Instagram dengan 317 ribu follower. Dalam sebuah iklan ajakan bergabung, CIA menggunakan potret anak-anak muda Asia, Afrika-Amerika, kulit putih dan Amerika Latin.

Anak muda yang direkrut CIA punya jalur karir panjang. Bisa jadi agen rahasia yang menyamar di negara lain atau menjadi analis yang menyediakan informasi intelijen untuk para agen yang bertugas di lapangan.

Sejak peristiwa 11 September 2001 atau 9/11, pola perekrutan CIA berubah drastis. Mereka tak lagi banyak merekrut perempuan dan etnis minoritas. Saat ini, 20 persen rekrutan CIA adalah level menengah dengan keahlian khusus, misalnya mantan tentara untuk kekuatan paramiliter, pakar siber untuk deteksi ancaman digital dan instruktur bahasa seperti Cina, Korea dan Farsi, serta Arab.

Dilihat dari laman resmi CIA, syarat-syarat untuk magang di badan intelijen itu tidaklah ringan. Pertama, wajib merupakan warga negara naturalisasi atau kewarganegaraan ganda. IPK harus minimal 3.0, tidak narkoba dalam 1 tahun terakhir, tidak pernah melakukan download ilegal baik lagu, game atau perangkat lunak lainnya.

CIA mengingatkan proses lamaran kerja bisa makan waktu beberapa bulan sampai setahun lebih. Nantinya, para pelamar akan diuji secara medis dan psikologi. Bagian paling mendebarkan adalah wawancara dengan detektor kebohongan dan investigasi latar belakang.

Jika diterima, para anak milenial Z ini akan bekerja di daerah Washington DC secara full time. Mereka akan digaji mulai USD 3.690 atau sekitar Rp 54 juta.