Republik Indonesia Menuju Dinasti Jokowi?

Sabtu, 25 Juli 2020 – 19:30 WIB

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

JAKARTA, REQnews - Praktik politik dinasti benar-benar sulit dihilangkan dari demokrasi di Indonesia. Mereka yang sudah berkuasa, menancapkan cakar-cakar politiknya di berbagai wilayah lain, dengan mengusung keluarga sendiri untuk merebut posisi tertinggi.

Seperti Presiden Joko Widodo, yang kini anak serta menantunya maju dalam Pilkada 2020. Putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka dipastikan menjadi calon yang diusung PDIP, partai Jokowi, untuk maju merebut kursi Wali Kota Solo.

Di Medan, menantu Jokowi, Bobby Nasution juga mendapatkan rekomendasi yang sama dari partai penguasa, untuk maju dalam pemilihan wali kota yang akan dilaksanakan Desember 2020 mendatang.

Gibran adalah pendatang baru di dunia politik. Sebelumnya, ia bersaing dengan Achmad Purnomo untuk mendapatkan rekomendasi dari PDIP.

Padahal, Purnomo jelas jauh lebih senior secara trek politik dan usia. Bahkan, Purnomo sudah lama bergabung dengan PDIP dan kini masih menjabat sebagai Wawali Solo. Namun, Gibran-lah yang diberi mandat untuk maju dalam pilkada.

Hal yang sama terjadi pada menantu Jokowi, Bobby Nasution yang baru saja menerima rekomendasi atau mandat resmi dari PDIP untuk maju sebagai calon dalam Pilkada Medan.

Bobby terpilih, setelah PDIP tak mengusung Akhyar Nasution yang juga anggota partai 'Banteng'. Padahal, Akhyar juga jauh lebih senior dan kini masih menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan.

Akhyar tak dipilih, karena PDIP beralasan tak ingin kader yang bermasalah dengan hukum, maju di Pilkada 2020. PDIP menyinggung soal penyelewengan dana MTQ yang diduga Akhyar terlibat di dalamnya.

Namun, Bobby dipastikan akan tetap melawan Akhyar di Pilkada Medan. Setelah PDIP tak memberi rekomendasi, Akhar diam-diam berpindah keanggotaan ke Demokrat. Ia akan maju didukung dua partai, yakni PKS dan Demokrat.

Jelas Bobby Nasution akan menghadapi lawan berat, seorang petahana. Namun, jika Jokowi turun tangan, mungkin keadaan akan jadi mudah bagi Bobby.

Pun jika Gibran menang di Solo, dan Bobby menumbangkan Akhyar di Medan, maka dugaan kuat penciptaan politik dinasti oleh orang nomor satu di RI semakin kuat.