Seberapa Penting Penggunaan Jammer di Lapas Narkoba? Ini Kata Pakar

Minggu, 13 September 2020 – 14:00 WIB

Seberapa Penting Penggunaan Jammer di Lapas Narkoba? Ini Kata Pakar

Seberapa Penting Penggunaan Jammer di Lapas Narkoba? Ini Kata Pakar

JAKARTA, REQnews - Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan meminta pemerintah untuk memasang jammer di seluruh lapas untuk mencegah peredaran narkoba. Merespon hal tersebut, Pakar keamanan siber dan komunikasi CISSReC Doktor Pratama Persadha memandang penting usulan itu. 

Menurut dia, pemasangan alat pengacak sinyal (jammer) di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara untuk mencegah peredaran narkoba. Namun jangan sampai mengganggu komunikasi masyarakat sekitar lapas/rutan.

"Pemakaian teknologi jammer sudah ada di lapas/rutan. Namun, dengan power yang besar akan sangat mengganggu komunikasi masyarakat di sekitar lapas/rutan," kata Pratama Persadha di Jakarta, Minggu 12 September 2020.

Kata dia, kekuatan jammer bisa disesuaikan dengan besar dan luasnya sel tahanan, kemudian dikontrol langsung dari command center (pusat komando). Jika digunakan secara presisi, maka akan lebih efektif karena langsung melumpuhkan alat komunikasi.

Namun, lanjutnya, perlu disadari bahwa penggunaan teknologi ini akan sangat berguna bila dijalankan oleh sumber daya manusia yang benar-benar bisa dipercaya.

Command center inilah, kata Pratama, sebagai sarana untuk mengontrol penggunaan jammer dan signal detector (detektor sinyal) di setiap lapas/rutan. Dengan pengawasan yang terpusat, diharapkan pencegahan peredaran narkoba bisa lebih efektif karena menyasar langsung pada otak pelakunya.

Ditambahkan pula bahwa command center yang ada juga bisa dijadikan sebagai pusat komando televisi sirkuit tertutup atau closed circuit television (CCTV) di seluruh lapas se-Indonesia, seperti keinginan Kemenkumham.

Dengan penggunaan jammer, signal detector, dan CCTV ini, menurut dia, seharusnya para bandar narkoba di lapas akan lumpuh dan tidak dapat mengatur bisnisnya lagi.

Dia juga mengatakan bahwa sistem yang bagus nantinya harus diimbangi dengan pengamanan yang kuat.

Bila nanti ada command center untuk mengontrol jammer, signal detector, dan CCTV, sebaiknya mengamankan sistem itu dengan teknologi enkripsi, seperti secure virtual private network (VPN) atau jaringan pribadi virtual.

Selain itu, command center harus ada pengawasan terhadap tim yang bisa dipercaya, bukan hanya pihak lapas. Misalnya, tim gabungan antara Kemenkumham, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan pihak lapas.

"Kemungkinan para pengawas untuk 'dibeli' bandar narkoba yang dipenjara bisa dihilangkan atau diminimalisasi," katanya.

Sekarang ini, menurut Pratama, tinggal goodwill (niat baik) dari pemerintah dan pihak terkait, mau atau tidak benar-benar memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Pasalnya, hal ini merupakan persoalan yang sangat mudah diatasi dengan teknologi.

"Jammer ini bisa dibeli, apalagi sudah ada industri lokal yang mulai memproduksi teknologi ini," kata dia.