Fakta, Hukuman Mati di Era Jokowi Tembus Rekor Baru! Tahun Ini Ada 96 Vonis

Rabu, 14 Oktober 2020 – 09:31 WIB

Data vonis hukuman mati di Indonesia (sumber: Amnesty Indonesia)

Data vonis hukuman mati di Indonesia (sumber: Amnesty Indonesia)

JAKARTA, REQnews - Saat banyak negara di seluruh dunia mulai menghapus vonis mati karena dianggap melanggar HAM, di Indonesia justru kebalikannya. Vonis mati dalam enam tahun terakhir era Presiden Joko Widodo, terutama tahun 2020, menembus rekor baru.

Mengutip data Amnesty Indonesia melalui akun Instagram-nya @amnestyindonesia, sepanjang 2020 ini, ada 96 vonis hukuman mati untuk terpidana. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun 2019 dengan 80 vonis mati, 2018 sebanyak 48, 2017 sebanyak 50, 2016 sebanyak 60, 2015 sebanyak 46, dan awal pemerintahan Jokowi yakni 2014 sebanyak hanya 4 saja.

Amnesty menulis, bahwa di dunia saat ini, ada sebanyak 142 negara atau dua per tiga negara telah menghapuskan sistem vonis mati ini.

Sementara, negara-negara yang masih memberlakukan vonis mati, salah satunya Indonesia, termasuk minoritas. 

"Mereka harus mulai mengambil langkah menghapus hukuman mati untuk semua kejahatan. Untuk negara yang masih menunggu penghapusan, harus ada moratorium resmi tentang eksekusi," tulis Amnesty Indonesia.

Seperti apa tingkat efektivitas hukuman mati di Indonesia? Berikut ulasan dari Amnesty Indonesia:

"Sebanyak 81 dari 96 terpidana mati divonis karena penggunaan dan penyebaran obat terlarang. Apakah pengguna narkotika menurun? Tidak! Pada 2019, pengguna narkotika naik 0,03 persen, menjadi 3,6 juta orang dibanding 2018," tulis Amnesty Indonesia.