Jadi Pelajaran, Ini Penjelasan Kemenkumham Hapus 2 Merek Geprek Bensu

Minggu, 18 Oktober 2020 – 11:00 WIB

Geprek Bensu (Foto: Istimewa)

Geprek Bensu (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Merek dagang Geprek Bensu kembali heboh. Penyebabnya adalah kemunculan surat untuk menutup merek milik mereka "I am Geprek Bensu".

Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Freddy Harris pun mengungkap alasan menghapus merek yang dimiliki oleh Benny Sujono dari daftar nama merek. Kata dia, keputusan untuk menghapus sudah ada landasannya yaitu putusan dari komisi banding.

"Komisi Banding menghapus punyanya Benny Sujono. Tidak menghapus semuanya kok, merek yang lain masih ada, kecuali restoran," kata Freddy kepada wartawan, Sabtu 17 Oktober 2020.

Keputusan penghapusan merek Geprek Bensu yang dimiliki Benny Sujono bukan tanpa landasan yang pasti. Dirinya pun siap menjalani persidangan jika pihak Benny Sujono benar-benar menempuh jalut hukum.

Diketahui, MA sendiri sudah memutuskan pihak Benny Sujono sebagai pemenang dari emasalahan nama merek Geprek Bensu antara Ruben Onsu dengan Benny Sujono. Freddy pun menegaskan, keputusan yang diambil pihaknya bisa dijadikan pelajaran oleh seluruh masyarakat Indonesia jika ingin mendaftarkan sebuah nama merek secara resmi.

Menurut dia, setiap masyarakat harus menempuh proses yang benar. "Ya nggak apa-apa, supaya publik mengerti, kalau you punya merek betul-betul mendaftarkan dengan baik, jangan main-main juga dengan pemeriksa. Itu kan yang saya sedang tertibkan. Saya mau edukasi masyarakat betapa pentingnya merek untuk berdagang. Kedua, fair saja gitu, karena merek ada aturan," katanya. 

Sebelumnya MA menolak kasasi yang diajukan Ruben Samuel Onsu alias Ruben Onsu. Kini, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM menerbitkan surat keputusan (SK). Dalam SK tersebut kedua merek tersebut dihapus dari daftar nama merek.

Kondisi ini pun mempertegas bahwa pihak Benny Sujono maupun Ruben Samuel Onsu pun tidak bisa lagi menggunakan merek tersebut.

Eddie Kusuma selaku kuasa hukum Benny Sujono akan menempuh jalur hukum untuk menggugat Dirjen Kekayaan Intelektual atas keputusan tersebut. Saat ini dirinya masih menunggu pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual terkait keputusan penghapusan merek tersebut.

"Saya nunggu 2-3 hari ini. Saya menunggu reaksi ubah atau nggak. Kan saya lapor ke Menteri dan Irjennya. Kalau tidak ada tindakan minggu depan saya tempuh jalur hukum. Pak Dirjennya saya gugat, saya laporkan dia melawan hukum," kata Eddie. 

Awal Kasus

Di mata MA, Ruben Onsunyata-nyata melakukan penjiplakan merek 'Geprek Bensu'. Hal itu tertuang dalam Putusan 576 K/Pdt.Sus-HKI/2020 yang dilansir website MA, Jumat 26 Juni lalu. 

Menurut MA, Yangcent telah mengajukan permohonan pendaftaran merek kepada Kemenkum HAM yang diterima pada 3 Mei 2017. Merek yang didaftarkan yaitu 'I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR dan/atau 'PT AYAM GEPREK BENNY SUJONO' disingkat dengan 'AYAM GEPREK BENSU'.

"Sedangkan kepemilikan penggugat konvensi (Ruben Onsu, red) terhadap merek/jasa yang mengandung kata BENSU dan pendaftarannya secara bertahap sejak tanggal 8 Agustus 2017 sampai dengan 31 Agustus 2017. Dilakukan dengan itikad tidak baik untuk meniru merek jasa makanan 'I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERR'," ujar ketua majelis I Gusti Agung Sumanatha.

Majelis kasasi menyatakan Ruben Onsu tidak dapat membuktikan adanya persamaan pada pokoknya antara merek Ruben Onsu dan merek milik Yengcent, yaitu 'BENSU/I AM GEPREK BENSU SEDEP BENERRR'.

"Merek jasa Penggugat Konvensi (Ruben Onsu, red) dan Tergugat I Konvensi (Yangcent, red) tidak mempunyai persamaan pada pokoknya, karena merek BENSU milik Penggugat Konvensi yang dibeli dari Jessy Handalim dengan singkatan BENGKEL SUSU dengan gambar dominan kepala sapi dan kunci inggris. Sedangkan gambar milik Tergugat I Konvensi berupa gambar ayam dengan lidah api yang kemudian ditiru oleh Penggugat Konvensi, yaitu berupa Geprek Bensu Sedap Bener dengan logo ayam dan lidah api kelas 45 yang sudah tidak sesuai dengan logo yang dibeli oleh Penggugat Konvensi dari Jessy Handalim, yaitu Bensu gambar kepala sapi dan kunci inggris," kata majelis dengan anggota majelis Sudrajat Dimyati dan Rahmi Mulyati.

Atas dasar pertimbangan itu, maka putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang.

"Sehingga permohonan kasasi yang diajukan oleh pemohon kasasi Ruben Samuel Onsu tersebut haruslah ditolak," ujar majelis.

Ruben Onsu, melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, sebelumnya telah menjelaskan perihal polemik 'Geprek Bensu'. Minola menegaskan kliennya bukan pihak yang merampas merek.

"Menurut kami, ada beberapa hal yang harus diluruskan agar tidak terjadi opini publik keliru, seolah-olah klien kami, Ruben Onsu, Jordi Onsu, atau PT Onsu Pangan Perkasa adalah orang yang merampas, adalah orang yang melakukan pembohongan-pembohongan, adalah orang dalam posisi hukumnya adalah orang keliru," kata Minola. 

Menurut Minola, adik Ruben Onsu, Jordi Onsu, menyebut nama 'I Am Geprek Bensu' awalnya dicetuskan oleh Ruben. Untuk membuktikan perkataan Jordi, Minola menunjukkan bukti chat saat Jordi menghubungi Ruben.

"'Ayam Geprek Bensu' tulisannya normal. Ruben bilang 'Pakai nama gue?' Jadi Ruben tanya, ini bukan (Ruben) menawarkan. 'Iya.' Kata si Jordi," kata Minola Sebayang membacakan chat antara Jordi dan Ruben.

"Ruben kasih usulan, 'I Am Geprek Bensu saja'. Jadi, kalau ceritanya Ruben pembohong segala macam, ini sudah terjawab. Jangan sampai gara-gara ditolak itu kita nggak tahu. Ini faktanya. Kasihan Ruben-nya, masyarakat sudah menghakimi," kata dia.

Terkait putusan MA menolak kasasi, Minola mengungkapkan kemungkinan yang akan dilakukan kliennya. Dia menyebut masih ada upaya hukum yang bisa dilakukan, yakni peninjauan kembali (PK).

"Tapi kami bisa ajukan PK agar pembatalan 6 sertifikat merek milik klien kami di kelas 43 ditinjau ulang. Inilah sebenarnya kami ingin kekeluargaan yang memang sudah berjalan sejak sebelum putusan ini berdasarkan ajakan mereka," ucap Minola Sebayang. 

Dari 8 sertifikat yang berkaitan dengan penggunaan kata 'Bensu' pada brand ayam geprek milik Ruben, hanya enam yang dibatalkan. Pihak Ruben membuka masih ada 2 sertifikat lainnya yang sah milik mereka. "Ada 2 sertifikat yang tidak dibatalkan. Apa yang terjadi? Itulah yang nanti akan kita ulas sampai dalam PK dalam memori ini," ucap Minola.