Yuk, Sama-sama Kita Dukung Pengesahan RUU PKS di Sini

Rabu, 18 November 2020 – 08:32 WIB

Data kekerasan seksual terhadap perempuan (sumber: Amnesty Indonesia)

Data kekerasan seksual terhadap perempuan (sumber: Amnesty Indonesia)

JAKARTA, REQnews - Amnesty Indonesia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), yang sudah diusulkan sejak 2012 lalu, namun hingga kini belum menemui titik terang.

Dalam unggahan di Instagram @amnestyindonesia, disebutkan bahwa banyak penyintas kekerasan seksual hingga kini belum mendapat keadilan, sehingga rancangan regulasi ini dianggap mendesak untuk segera disahkan.

"Diusulkan sejak 2012, RUU PKS belum juga disahkan, sementara banyak penyintas belum mendapat keadilan. Swipe untuk ketahui kenapa RUU PKS harus disahkan, mitos versus fakta seputar RUU PKS, dan cara kamu bisa berkontribusi," tulis Amnesty Indonesia, seperti dikutip pada Selasa 17 November 2020.

"Mari bersolidaritas dengan penyintas dan ikut lawan kekerasan seksual. Desak Ketua DPR RI @puanmaharaniri memprioritaskan RUU PKS di Prolegnas 2021 dan segera #sahkanRUUPKS tanpa penundaan kembali. Beri dukunganmu di pena.amnesty.id/ruupks."

Faktanya, Komnas Perempuan mencatat, kekerasan terhadap wanita dalam 12 tahun terakhir meningkat hingga 792 persen. Artinya, kekerasan pada perempuan meningkat hingga 8 kali lipat.

Menurut data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), sejak 1 Januari hingga 31 Juli 2020, terjadi kekerasan terhadap perempuan dewasa mencapai 3179 kasus dengan 3218 korban.

Kemudian, untuk kekerasan anak, sejak 1 Januari hingga 17 Juli 2020, tercatat ada 3.928 kasus.

Jadi, jika kalian mendukung penghapusan terhadap kekerasan seksual, khususnya pada perempuan dan anak, dukung dan desak pengesahan RUU PKS di sini.