5 Fakta Jebakan Batman Grab Toko, Rp 1 Miliar Raib hingga Komjen Listyo Turun Tangan

Rabu, 13 Januari 2021 – 09:00 WIB

Ilustrasi Grab Toko (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Grab Toko (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Aksi penipuan di marketplace Indonesia kembali terjadi. Adalah Grab Toko, perusahaan jual beli milik Yudha Manggala Putra, yang diduga menggelapkan uang miliaran rupiah ratusan konsumennya. 

Sebab barang yang dibeli tak didapat, uang yang sudah dibayar malah hilang begitu saja.

Mukhlis Said (31), salah satu konsumen Grab Toko, mengaku rugi Rp 22,9 juta. Dia membelanjakan uang tersebut di Grabtoko untuk membeli tujuh handphone (HP) dengan berbagai merek.

"Lima HP Xiaomi Poco X3 Rp 7,7 juta aslinya kalau mau (satunya) Rp 4 juta. Satu iPhone SE Rp 4,65 juta, iPhone 12 harganya Rp 10,427 juta, total Rp 22,9 juta," kata dia.

Padahal, HP tersebut akan diberikan kepada istri dan adiknya. Sisanya, dia berniat untuk menjualnya kembali.

"Niatnya buat dijual lagi. Kasih ke istri, kasih ke adik nah sisanya dijual. Uang tabungan sama uang orang tua. Tanggapannya 'lagian si barang pertama belum sampai udah beli lagi'. Yang nggak enak si saya sama orang tua ya," ucapnya.

Kemudian korban berikutnya adalah Desty Nurcahyani lebih besar yakni Rp 23 juta. Uang tersebut dia gunakan untuk membeli 2 unit iPhone dengan masing-masing seharga Rp 11,5 juta.

"Saya transfer 11 pro diskon 50% jadi Rp 11 juta. Kalau mau harganya itu Rp 19 jutaan. Jadi total saya transfer senilai Rp 23 juta," kata dia.

Jumlah kerugian dan jumlah korban Grabtoko sendiri masih terus bertambah setiap harinya. Fenia Cesariya selaku korban menyebut per hari ini sudah ada 303 orang yang berani mengadu sebagai korban, dengan total kerugian Rp 1.114.226.618.00.

"Totalnya bertambah terus ya per hari ini 303 orang. Totalnya nih Rp 1.114.226.618.00," sebutnya.

Berikut fakta-fakta mengenai kasus tersebut.

1. Kerugian Rp 1 M Raib

Grup WhatsApp pun dibuat untuk menampung para korban grabtoko sekaligus mendata uang korban yang raib. Salah satu korban bernama Fences (nama inisial), menerangkan total uang korban yang ada di grabtoko mencapai Rp 1 miliar. Sebelumnya nilainya Rp 917 juta.

"Bertambah seperti perkiraan. Sekarang senilai 1,023,548,049.00 dari 271 responses," kata dia. 

2. Minta Uang Kembali

Para korban-korban lain grabtoko yang ingin bergabung dapat memberitahunya melalui akun Twitter @halobuaya. Pihaknya ingin memperjuangkan agar kasus ini bisa diusut oleh polisi dan uang mereka bisa dikembalikan.

"Intinya sih kondisi kita saat ini lagi berusaha supaya data gabungan ini bisa diterima sama polisi dan diusut, syukur-syukur kalau bisa refund, kalau nggak bisa refund nih buyer benar-benar rugi," kata Fences.

3. Lapor Polisi

Ratusan korban grabtoko yang uangnya raib melaporkan e-commerce tersebut ke Mabes Polri. Para korban ini bergabung di grup WhatsApp untuk menyampaikan laporan secara kolektif.

"Sudah ada perwakilan yang hari ini (kemarin) ke Mabes untuk pelaporan," kata Fencesm

Berdasarkan keterangan grabtoko, raibnya uang konsumen karena kejahatan yang dilakukan oleh investor mereka. Namun, Fences menjelaskan yang pihaknya laporkan ke Polda Metro adalah grabtoko, bukan si investor karena dirinya bersama ratusan korban lain tak tahu-menahu soal investor tersebut. 

4. Yudha Manggala Putra

Yudha Manggala Putra ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 9 Januari 2021.

Menurut Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, pelaku diduga melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. " Yakni tindak pidana transfer dana/pencucian uang," kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya, Selasa 12 Januari 2021.

Dalam modusnya, Yudha awalnya meminta bantuan pihak ketiga untuk membuat laman Grab Toko. Lewat situs itu, ia menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga yang sangat murah sehingga menarik calon pembeli. Namun barang yang dibelanjakan pembelinya tak kunjung dikirim.

Menurut polisi, terdapat 980 pembeli yang telah berbelanja dari laman tersebut. Dari jumlah itu, hanya sembilan pembeli yang mendapatkan pesanannya.

Apabila ada konsumen yang bertanya mengapa pesanannya tak kunjung dikirim, Yudha telah mempekerjakan enam orang customer service yang bertugas meminta tambahan waktu pengiriman barang.

"Total kerugian ditaksir sekitar Rp 17 miliar dari pihak iklan dan pembeli," kata Direktur Tindak Pidana Diber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Slamet Uliandi dalam keterangannya.

5. Yudha Belanja Uang Kripto

Yudha diduga menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam bentuk cryptocurrency. Penyidik bakal menangani hal itu dalam berkas terpisah.

Yudha pun diduga melanggar Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

Adapun ancaman hukumannya adalah penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.