Tuntutan Ringan Jaksa Pinangki, Bukti Jaksa Agung Tak Serius Benahi Pengawasan Internal?

Kamis, 14 Januari 2021 – 11:02 WIB

Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra (Foto: Istimewa)

Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Jaksa Pinangki Sirna Malasari dituntut hukuman empat tahun penjara. Menanggapi itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengaku tak kaget.

Menurut Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, sejak awal Kejaksaan Agung memang tak terlihat serius dalam menangani perkara ini. "Tuntutan yang dibacakan sangat ringan, tidak obyektif, dan melukai rasa keadilan," kata Kurnia melalui keterangan tertulis pada Kamis 14 Januari 2021.

Kurnia menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa ICW menyatakan bahwa tuntutan tersebut tidak memuaskan. Pertama, saat melakukan tindakan korupsi, Pinangki berstatus sebagai penegak hukum. 

Apalagi Pinangki merupakan bagian dari Kejaksaan Agung yang notabene menangani langsung perkara Djoko Tjandra. Namun, alih-alih membantu Kejaksaan Agung, Pinangki malah bersekongkol.

Kedua, uang yang diterima oleh Pinangki direncanakan untuk mempengaruhi proses hukum terhadap Djoko Tjandra. "Ketiga, tindakan Pinangki telah meruntuhkan dan mencoreng citra Kejaksaan Agung di mata publik," ucap Kurnia.

Alasan keempat, perkara Pinangki merupakan kombinasi tiga kejahatan sekaligus, yakni tindak pidana suap, permufakatan jahat, dan pencucian uang. Logika hukumnya, ketika ada beberapa tindak pidana yang dilakukan oleh satu orang semestinya ada pemberatan, namun penuntut umum sepertinya tidak mempertimbangkan hal itu.

ICW berpandangan semestinya tuntutan yang layak kepada Pinangki adalah hukuman pemidanaan maksimal, yakni 20 tahun penjara. "ICW mendesak agar majelis hakim dapat mengabaikan tuntutan Jaksa lalu menjatuhkan hukuman berat terhadap Pinangki Sirna Malasari," ujar Kurnia.

Sebagai informasi, JPU menuntut Pinangki dengan hukuman penjara selama empat tahun dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Jaksa menyakini Pinangki terbukti menerima janji suap sebanyak 1 juta dolar AS dari Djoko Tjandra setelah menjanjikan bisa mengurus fatwa bebas di Mahkamah Agung.

Dari jumlah itu, sebanyak US$ 500 ribu telah diterima Pinangki sebagai uang muka.

Sementara Kejaksaan Agung meminta seluruh pihak agar menunggu putusan majelis hakim terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

"Tunggu saja putusan hakim. Itu kan versi jaksanya seperti itu, " kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Ali Mukartono di kantornya, Jakarta Selatan. 

Mengamini ICW, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman juga meminta Kejaksaan Agung agar menghukum Pinangki dengan waktu maksimal kurungan penjara, 20 tahun.

"Minggu depan saya akan bersurat ke hakim agar menjatuhi hukuman 20 tahun penjara terhadap Pinangki, " kata Boyamin.