Aset Investasi Lenyap di Laporan Keuangan Jiwasraya, Ini Kata Bang Ichsanuddin Noorsy

Sabtu, 17 April 2021 – 13:02 WIB

PT Asuransi Jiwasraya (Foto: Istimewa)

PT Asuransi Jiwasraya (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Akhir-akhir ini PT Asuransi Jiwasraya menjadi sorotan, karena perusahaan BUMN tersebut sedang menghadapi tekanan likuiditas. Tetapi, nyatanya pada tahun 2020 perusahaan tersebut masih mempunyai pendapatan sebesar Rp 1,94 triliun.

Namun, ada yang menarik dari laporan keuangan tersebut, yaitu tidak ada aset investasi seperti saham, obligasi korporasi, medium term note (MTN), surat berharga yang diterbitkan oleh negara RI, reksadana, efek beragun aset, dan penyertaan langsung seperti tahun sebelumnya.

Padahal belum pernah tersiar perusahaan ini menjual aset investasinya. Karena itu, banyak pihak yang berhasil ditemui REQnews.com turut mempertanyakan kemana larinya aset investasi yang tercatat pada laporan keuangan 2020.

Pengamat Politik Ekonomi, Ichsanuddin Noorsy mengatakan seharusnya data tersebut tidak dihapuskan dari laporan keuangan. "Meskipun investasinya tidak ada," ujar Ichsanuddin kepada REQnews.com Sabtu 17 April 2021.

Menurutnya ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi dari kaus tersebut. "Pertama, investasi yang ada ternyata merugikan, terus dihapus. Artinya ketika di hapus, itu memang tidak ada investasi sama sekali, itu yang kedua," katanya.

Ketiga, lanjutnya, memang tidak ada aktivitas investasi selama tahun buku yang bersangkutan, tidak ada investasi sama sekali.

"Kemungkinan mana yang ada, itu laporan bukunya sesungguhnya memang tidak ada investasi. Itu yang menjadi tidak wajar, artinya sebuah perusahaan Asuransi cuma mengandalkan training," ujarnya.

Untuk itu, menurutnya perusahaan tidak memiliki pendapatan lain-lain karena tidak ada investasi. "Jadi sumber dananya hanya dari training. Karena hanya dari training, dia tidak mendapatkan penghasilan lain-lain, karena tidak ada investasi," kata dia. 

Sebelumnya, dikutip dari laporan keuangan PT Asuransi Jiwasraya pada Jumat 16 April 2021, tercatat perusahaan tersebut pada tahun 2019 mengantongi aset investasi deposito berjangka sebesar Rp 740 miliar, saham Rp 1,65 triliun.

Kemudian, obligasi korporasi senilai Rp 692 miliar, surat utang jangka menengah (Medium term note) Rp 473 milyar, surat berharga yang diterbitkan oleh negara RI Rp 3,15 triliun, reksadana senilai Rp Rp 1,65 triliun, efek beragun aset Rp 12 miliar.

Ada penyertaan langsung sebesar Rp 777 miliar, tanah, bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan, untuk investasi sebesar Rp 5,73 triliun serta pinjaman polis sebanyak Rp 89 miliar.

Namun, pada tahun 2020 data tersebut hilang dari laporan keuangan PT Asuransi Jiwasraya. Pihak Jiwasraya sendiri tidak memberikan keterangan apapun terkait raibnya aset investasi yang semula tercatat pada laporannya di tahun 2019.