IFBC Banner

Oscar Sutradara Terbaik untuk Chloe Zhao, tapi Tak Ada Tepuk Tangan di Cina

Senin, 26 April 2021 – 11:30 WIB

Foto: hollywoodreporter.com

Foto: hollywoodreporter.com

Los Angeles, REQNews.com -- Chloe Zhao, pembuat film kelahiran Cina, mengangkat kisah penghuni van yang mengalami kesulitan keuangan di puncak resesi AS ke dalam 'Nomandland', dan ia memenangkan Oscar 2021 kategori sutradara terbaik.

IFBC Banner


Ia adalah wanita Asia pertama, dan perempuan kedua di dunia, yang memenangkan penghargaan itu. Di Cina, tidak ada yang bertepuk tangan atas sukses Zhao.

Zhao lahir di Cina dan tinggal di Beijing sampai usia 14 tahun. Ia pindah ke London untuk menempuh pendidikan di sekolah asrama.

Tak lama di London, Zhao pindah ke Los Angeles dan menyelesaikan sekolah menengah dan menghadiri sekolah film di New York.

Di Cina, nominasi Zhao sebagai penerima Oscar tahun ini disambut gembira. Namun, beberapa pengguna Internet membongkar postingan lama Zhao di media sosial, dan mengklaim sutradara itu meremehkan Tiongkok.

Akibatnya, tidak ada siaran langsung penerimaan Oscar di televisi Cina dan Hong Kong. Terlebih, film dokumenter pendek tentang protes mahasiswa 2019 di Hong Kong juga masuk nominasi.


Wanita Kedua

Sejarah 93 tahun Academy Awards hanya mencatat dua nama sebagai peraih sutradara terbaik; Kathryn Bigelow dan Zhao. Bigelow meraih hadiah itu tahun 2010 lewat thriler perang 'The Hurt Locker'.

Tahun ini, Zhao bersaing dengan Emerald Fennel, wanita sutradara Inggris yang menjanjikan. Ini kali pertama kedunya dinominasikan bersama.

Aktor Inggris Daniel Kaluuya, yang kali pertama menyita perhatian internasional dalam film horor komedi Get Out tahun 2017, memenangkan Oscar untuk perannya sebagai aktivs Black Panther Ferd Hampton dalam drama Judas and Black Messiah.

Lahir di London dari orang tua Uganda, Kaluuya menggambarkan dirinya sebagai anak kelas pekerja yang mendapat terobosan besar di industri hiburan sebagai aktor remaja, dan penilis serial TV Inggris, 'Skins'.

Sebagai Hampton dalam 'Judas and Black Messiah', Kaluuya dipuji banyak sineas. Kaluuya melacak sejarah Hampton, mempelajarinya, dan mendalami karakter sang tokoh.

Hampton ditembak polisi Chicago tahun 1969 pada usia 21 tahun. Kaluuya menghormatinya.