Kebijakan Moneter dan Tindakan BI Saat Pandemi COVID-19

Selasa, 04 Mei 2021 – 07:31 WIB

Bank Indonesia (Foto: Istimewa)

Bank Indonesia (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Kebijakan Moneter atau Monetary Policy merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah melalui bank sentral, di Indonesia ialah Bank Indonesia (BI), untuk mengatur besarnya kredit yang tersedia serta uang yang beredar di masyarakat.

Biasanya kebijakan moneter dilaksanakan bersama-sama dengan kebijakan fiskal untuk mengatasi masalah makro ekonomi, yang bertujuan untuk mencegah pengangguran, kenaikan harga dan lambannya pertumbuhan ekonomi, pada intinya untuk memperoleh kestabilan ekonomi suatu negara.

Terdapat 2 macam kebijakan moneter:

·       Kebijakan yang ekspansioner, yaitu kebijakan yang bertujuan memperluas kredit dan uang yang beredar di masyarakat.

·       Kebijakan yang kontraksioner, yaitu kebijakan yang bertujuan memperketat kredit dan uang yang beredar di masyarakat.

Kedua macam kebijakan moneter tersebut dilaksanakan dengan cara operasi pasar terbuka, pemberian tingkat diskonto, tingkat cadangan minimal maupun pengendalian kredit.

Selama masa pandemi COVID-19 ini, telah terjadi berbagai gejolak ekonomi, oleh karenanya BI dengan berbagai cara berusaha untuk memperoleh kestabilan ekonomi dengan cara:

1.    BI meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan. Triple intervention agar nilai tukar rupiah bergerak stabil sesuai fundamental dan mengikuti pasar. Intensitas intervensi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kepercayaan diri pasar karena BI akan selalu berada di pasar untuk menjaga dan mengawasi pasar.

2.    BI menurunkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) valuta asing bank-bank umum konvensional yang sebelumnya 8% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi 4% dan diperkirakan akan meningkatkan likuiditas valas, semakin memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan mempermudah perbankan untuk memasok pasar valas.

3.    Dikarenakan kesulitan melakukan kegiatan ekspor impor, BI menurunkan GWM Rupiah sebesar 50 basis poin (bps) yang ditujukan kepada perbankan yang melakukan kegiatan ekspor dan impor yang tentu saja dalam pelaksanaan berkoordinasi dengan pemerintah.

Dengan kebijakan moneter yang dilakukan tersebut, diharapkan dapat mengembalikan dan memulihkan perekonomian Indonesia.