IFBC Banner

Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Hukum Internasional

Sabtu, 03 Juli 2021 – 13:33 WIB

Ilustrasi Keanekaragaman Hayati (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Keanekaragaman Hayati (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman di antara makluk hidup baik di daratan, lautan maupun ekosistem akuatik lain yang kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragaman yang terdapat spesies, antara spesies dan ekosistem.

Dalam bidang hukum internasional, juga terdapat pengaturannya dalam Konvensi Keanekaragaman Hayati berupa perjanjian multilateral yang berfungsi untuk mengikat para pihak, yaitu negara dan peserta konvensi dalam menyelesaikan masalah-masalah global, khususnya keanekaragaman hayati.

 

Latar belakang terciptanya Konvensi Keanekaragaman Hayati ini dari hasil pertemuan KTT Bumi Tahun 1992 di Rio De Janeiro sebagai wujud dari kekhawatiran umat manusia karena semakin berkurangnya nilai keanekaragaman hayati yang disebabkan oleh laku kerusakan hayai yang semakin cepat setiap tahunnya.

Konvensi ini memiliki tujuan untuk pemanfaatan berkelanjutan dari komponen keanekaragaman hayati, konservasi keanekaragaman hayati dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetik secara adil dan merata.

 

Prinsip dari keanekaragaman hayati menyatakan bahwa setiap negara memiliki hak berdaulat untuk memanfaatkan sumber-sumber daya hayati sesuai dengan kebijakan pembangunan lingkungannya sendiri dan mempunyai tanggung jawab untuk menjamin bahwa kegiatan yang dilakukan berada dalam wilayah yurisdiksinya tidak menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan negara lain atau kawasan di luar batas yurisdiksi nasional.

 

Konvensi Keanekaragaman Hayati juga memiliki keuntungan bagi negara yang meratifikasinya, Indonesia merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi Konvensi ini dan keuntungan yang diperoleh seperti:

·       Penilaian dan pengakuan dari masyarakat internasional bahwa Indonesia peduli atas keanekaragaman hayati dan pengakuan ketentuan yang berlaku di negara masing-masing anggota atas sumber daya alam hayati yang dimilikinya.

·       Mendorong untuk mendapatkan keuntungan bersama yang dihasilkan dari pendayagunaan sumber daya genetik Republik Indonesia pada pertemuan-pertemuan konvensi keanekaragaman hayati.

·       Kepentingan untuk melindungi sumber daya megabiodiversiti.

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson