Tidak Hanya Menyediakan Sarana Jual Beli Efek, Ketahui Detail Peranan Bursa Efek 

Selasa, 20 Juli 2021 – 14:04 WIB

Bursa Efek Indonesia (Foto: Istimewa)

Bursa Efek Indonesia (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, dikenal 3 macam Self Regulatory Organisation (SRO) berupa bursa efek, lembaga kliring dan penjaminan, serta lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

SRO merupakan institusi yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan untuk membuat dan menetapkan peraturan bagi anggotanya, dalam hal ini kita akan membahas mengenai bursa efek sebagai SRO.

 

Bursa efek merupakan pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara perusahaan dan pembeli efek.

Walaupun terdengar sederhana, yang mempertemukan penjual dan pembeli efek, ternyata peranan dari bursa efek lebih dari itu, bursa efek memiliki peranan untuk menciptakan pasar modal yang wajar, teratur dan efisien, merupakan sarana bagi investor untuk menerapkan divertifikasi investasi dengan aman, tertib dan optimal, untuk memberikan kesempatan perolehan sumber pendaan yang lebih ekonomis bagi emiten, dalam menciptakan likuiditas perdagangan efek, mengurangi rentang biaya transaksi dan cermin indikator ekonomi.

Sehingga dalam pelaksanaannya, bursa efek dapat mengeluarkan kebijakan yang dianggap perlu dan penting untuk mendukung dan menciptakan kondisi sebagaimana menjadi peranan bursa efek.

 

Pada dasarnya bursa efek memiliki dua tujuan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang tercantum dalam Pasal 7, bahwa bursa efek memiliki tujuan untuk menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien, serta dalam rangka mencapai tujuan, bursa efek menyediakan sarana pendukung dan mengawasi kegiatan anggota bursa efek.

Maka pemegang saham bursa efek adalah perusahaan efek yang sudah memiliki izin untuk melakukan kegiatan sebagai perantara pedagang efek.

 

Sebagai SRO, bursa efek memiliki kewenangan untuk mengatur pelaksanaan kegiatan bursa, mengatur dan mengawasi fungsi keanggotaan, pencatatan, perdagangan kesepakatan efek kliring, penyelesaian transaksi bursa dan hal lain yang berkaitan dengan kegiatan bursa, memiliki ketentuan bursa efek yang wajib untuk dipatuhi oleh pelaku pasar modal dan dilarang untuk melakukan kegiatan bagi deviden kepada pemegang saham dari laba yang diperoleh.

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson