Mengungkap Misteri Nama-nama Tempat Terkenal dalam Sejarah Islam

Kamis, 22 Juli 2021 – 07:08 WIB

Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

Mina, REQNews.com -- Apa yang Anda ketahui tentang Mina dan Arafat?

Jangkan Anda, sebagian besar orang Arab juga kebingungan ketika ditanya asal-usul kedua nama itu. Untuk mengatasinya, Komisi Kerajaan Arab Saudi untuk Kota Makkah dan Tempat Suci meluncurkan pameran baru, yang memperkaya pengetahuan umat Islam tentang berbagai lokasi kelahiran Islam.

Pameran bertajuk 'Antara Thabeer dan Al-Sabeh' dibuka Selasa lalu dan menyedot ratusan pengunjung yang berharap belajar lebih banyak tentang tempat-tempat yang sekian lama dikaitkan dengan ritual haji.

Komisi bekerja sama dengan Hadiya Charity Association (Hadiya) dan Dr Abdullah Al-Maliki, mantan dekan perguruan tinggi bahasa dan terjemahan Universitas Raja Khalid Abha.

Kepada Arab News, Dr Al-Maliki mengatakan Mina berasal dari Al Muna, istilah dalam Bahasa Arab. Kata jamak-nua adalah Omniah, yang berarti keinginan.

"Ketika Malaikat Jibril meninggalkan Adam di muka Bumi, dia meminta Adam membuat permintaan (omniah)," kata Dr Al-Maliki. "Adam menginginkan surga. Tempat itu kemudian disebut Mina, jamak dari Omniah. Namun, ada narasi lain yang memiliki penjelasan berbeda artinya."

Dr Al-Maliki menambahkan lewat pameran ini pengunjung bisa belajar tentang 70 nabi yang melewati Mina. "Mina adalah lembah yang di kedua sisinya terdapat gunung; Thabir dan Al-Sabeh, yang diyakini telah dilewati 70 nabi. Nabi-jabi itu mengenakan pakaian wol putih."

Pameran juga menampilkan kisan Nabi Ibrahim dan setan. Saat itu setan mencoba mengelabui Nabi Ibrahim untuk tidak menaati perintah Allah untuk membunuh Islamil.

Dr Al Maliki mengatakan pameran mengajarkan pengunjung bagaimana surat Al Mursalat diturunkan di sebuah gua di Mina. Sedangkan sejarah Arafat, Dr Al Maliki mengatakan tempat ini mendapatkan namanya karena Adam dan Hawa saling mengenal di Arafat.

"Dalam Bahasa Arab, araf artinya tahu atau mengenal," kata Dr Al-Maliki.

Menurutnya, penting bagi jamaah hai dan masyarakat awam mempelajari sejarah tempat-tempat itu karena merupakan pusat peradaban Arab.

Dr Al-Maliki menunjukan bahwa pameran, yang diadakan kali pertama, mencakup 10 bagian. Di pameran ini pengunjung dapat mempelajari tentang Al-Masha'er dan layanan yang ditawarkan raja-raja Saudi untuk berkontribusi pada pengembangan situs-situs bersejarah dalam Islam.

"Semua informasi sejarah tentang Mina, sumur, masjid, dan gunung, dapat ditemukan di sini," katanya. "Kami juga menyiarkan materi digital dan gambar dengan informasi rinci tentang landmark tempat suci, untuk memperkaya pengalaman jamaah haji."