Anak Bangsa, Ini Dia Kewajiban dan Tanggung Jawab Negara Bagi Kalian yang Harus Dipenuhi

Jumat, 30 Juli 2021 – 14:04 WIB

Ilustrasi anak (Foto: Istimewa)

Ilustrasi anak (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Indonesia sebagai negara kesatuan dan negara hukum menjamin kesejahteraan setiap warga negara, termasuk perlindungan hak anak yang merupakan hak asasi manusia.

Anak merupakan tunas, potensi dan generasi penerus bangsa dalam memperjuangkan cita-cita negara, oleh karenanya memiliki peran strategis dan eksistensinya perlu dijaga dalam membentuk karakter.

 

Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak), anak merupakan seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih di dalam kandungan ibunya. Tujuan dari UU Perlindungan Anak ialah untuk menjamin hak anak dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabak kemanusiaan, mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan maupun diskriminasi.

 

Dalam melaksanakan tujuan bangsa terhadap bangsa, maka negara memainkan peranan untuk menyelenggarakan perlindungan terhadap anak. Namun perlu dipahami sebelumnya, bahwa peranan perlindungan anak bukan hanya dilakukan oleh negara, namun wajib dilakukan oleh masyarakat, pemerintah, keluarga dan orang tua.

 

Peranan negara dalam perlindungan anak ialah, negara wajib untuk memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak, wajib menjamin perlindungan, pemeliharaan dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua, wali ataupun orang lain yang berhak secara hukum untuk bertanggung jawab terhadap anak. Sehingga negara juga memiliki peranan tanggung jawab untuk mengawasi penyelenggaraan perlindungan anak.

 

Tidak terbatas pada hal tersebut, anak juga wajib mendapatkan jaminan dari negara dan pemerintah dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak. Terlepas dari semua peranan negara dan pemerintah, paling penting ialah peranan masyarakat dalam penyelenggaraan perlindungan anak, karena masyarakatlah yang setiap hari berinteraksi dengan anak, sehingga diperlukannya seorang figur yang dapat menjadi acuan baik anak dalam bersikap, berpikir dan pandangan hidup.

 

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson