IFBC Banner

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia: Wajib atau Boleh Menolak?  

Senin, 02 Agustus 2021 – 12:35 WIB

Ilustrasi Vaksin (Foto: istimewa)

Ilustrasi Vaksin (Foto: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Dewasa ini, pelaksanaan vaksinasi Covid - 19 di Indonesia ditingkatkan sedemikian rupa untuk menciptakan kekebalan komunal di masyarakat Indonesia.

Presiden Jokowi telah memberi target agar di bulan Juli, vaksinasi dapat terlaksana sebanyak 1 juta per hari dan akan ditingkatkan menjadi 2 juta per hari di bulan Agustus. Berbagai upaya dilakukan, di antaranya mendatangkan vaksin dalam jumlah yang besar dari luar negeri dan meningkatkan jumlah vaksinator yang juga melibatkan unsur TNI dan POLRI.

 

Walaupun demikian, masih ada sebagian kalangan masyarakat yang enggan untuk divaksin. Untuk yang tidak divaksin dengan alasan faktor kesehatan dapat dimaklumi. Namun, terdapat juga alasan bagi yang enggan divaksin dengan alasan konspirasi tertentu atau dirinya merasa sehat sehingga tidak mau divaksin.

Oleh sebab itu, di tingkat pemerintahan maupun akademisi muncul perdebatan apakah vaksinasi tersebut wajib bagi setiap warga negara atau sebenarnya adalah hak warga negara. Apabila hal tersebut adalah suatu kewajiban, maka setiap warga negara wajib melakukan vaksinasi kecuali dengan kondisi tertentu seperti ibu hamil ataupun mempunyai penyakit tertentu.

Namun, apabila vaksinasi adalah suatu hak, maka warga negara boleh saja menolak untuk divaksin (walaupun seharusnya orang tersebut dapat dan sepatutnya divaksin) dan negara tidak boleh melakukan pemaksaan terhadap warga yang menolak.

 

Hasil penelitian memaparkan bahwa hak atas kesehatan termasuk di dalamnya adalah pelayanan kesehatan seperti vaksinasi adalah hak setiap orang. Bahkan hak tersebut merupakan hak konstitusional dan juga hak yang dilindungi secara hukum internasional.

Namun dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, hak tersebut dapat menjadi suatu kewajiban.

Salah satunya adalah jika ditinjau dari sudut pandang kesehatan, seseorang yang tidak divaksin berpotensi untuk menularkan bahkan membunuh orang lain.

Dapat dimungkinkan seseorang yang menolak vaksin tersebut bisa jadi sudah terpapar virus Covid-19. Tetapi, orang tersebut mempunyai imun yang kuat sehingga virus tersebut tidak mengganggu kesehatan orang tersebut. Namun dalam hal orang tersebut melakukan kontak fisik dengan orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung (misalnya seperti batuk, menyentuh sesuatu dan virus tersebut menempel di barang tersebut), dan tanpa diketahui bahwa virus tersebut menjadi tertular ke orang lain yang tidak mempunyai imun sekuat orang yang menolak tersebut, maka hal itu dapat membahayakan orang lain tersebut bahkan mengancam nyawa orang tersebut.

 

Penulis – Leonardo Sanjaya