IFBC Banner

Pasca UU Cipta Kerja Disahkan, Simak 6 Hal Tentang Ketentuan Penanaman Modal yang Wajib Diperhatikan

Rabu, 11 Agustus 2021 – 10:01 WIB

Ilustrasi hukum (Foto: Istimewa)

Ilustrasi hukum (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Penanaman modal ialah bentuk kegiatan menanam modal oleh modal dalam negeri maupun modal luar negeri untuk melakukan usaha di wilayah Indonesia. Modal yang diberikan dapat berbentuk uang maupun bentuk lain yang bukan berbentuk uang namun wajib untuk memiliki nilai ekonomis.

IFBC Banner


 

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal kini telah mengalami beberapa penyegaran sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Simak 6 hal ketentuan penanaman modal pasca disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja:

1. Norma, standar, prosedur dan kriteria perizinan berusaha berbasis risiko dalam OSS telah menjadi acuan tunggu bagi pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun untuk pelaku usaha sendiri. Dengan demikian, segala kegiatan usaha yang dilaksanakan akan mengacu pada satu acuan saja yang berlaku secara nasional.

 

2. Sistem OSS yang dilakukan penyegaran subsistem dan dibagi menjadi 3, yaitu subsistem pelayanan informasi, subsistem perizinan berusaha dan subsistem pengawasan.

 

3. Perizinan yang dahulunya dilakukan oleh pemerintah berupa offline maupun daring namun terbagi-bagi pada setiap bidang atau kewenangan, kini sudah terintegrasi sepenuhnya pada sistem OSS, sehingga setiap izin yang berkaitan dan diperlukan, akan melalui satu pintu saja yaitu OSS.

 

4. Tidak hanya perizinan yang akan dilaksanakan melalui sistem OSS, namun dalam melaksanakan pengawasan rutin, wajib lapor yang dilakukan oleh pengusaha, kini juga dapat dilakukan melalui sistem OSS. Sehingga akan memberikan dampak yang lebih ekonomis dan efisien.

 

5. Terhadap Undang-undang Penanaman Modal berlaku sebagai acuan utama bagi penanam modal di semua sektor bidang usaha pada wilayah Republik Indonesia.

 

6. Perubahan persyaratan pada Daftar Negatif Investasi dan bertambahnya bidang usaha tertutup yang terdiri dari bidang usaha budi daya atau industri narkoba, perjudian termasuk segala bentuknya, penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam lampiran Appendix I Cities, pengambilan atau pemanfaatan koral dari alam, industri senjata kimia dan industri kimia perusak ozon.

 

Tujuan penyegaran terhadap pelaksaan penanaman modal tentunya akan memberikan dampak lebih tertariknya asing untuk melakukan investasi di Indonesia.

 

 

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson