IFBC Banner

Jangan Cabul, Ternyata Ini Alasan dan Tujuan UU Pornografi

Selasa, 24 Agustus 2021 – 10:01 WIB

Ilustrasi equality before the law (Foto: Istimewa)

Ilustrasi equality before the law (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Perkembangan teknologi dan penyebaran informasi maupun media bukan menjadi hal yang rumit dan sangat mudah diperoleh oleh masyarakat secara luas. Salah satu bentuk penyalahgunaan teknologi dan media informasi yang kerap disalahgunakan ialah untuk kepuasan batin berupa pornografi.

IFBC Banner


 

Indonesia sebagai negara hukum dan mengutamakan Ketuhanan Yang Maha Esa, tentu mengatur mengenai pornografi dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi (UU Pornografi). Ternyata pembentukan UU Pornografi ini dilandasi dengan 3 alasan, yaitu:

 

1.) Bahwa negara Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, akhlak mulia, dan kepribadian luhur bangsa, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati kebinekaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta melindungi harkat dan martabat setiap warga negara.

2.) Bahwa pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi semakin berkembang luas di tengah masyarakat yang mengancam kehidupan dan tatanan sosial masyarakat Indonesia.

3.) Bahwa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pornografi yang ada saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan hukum serta perkembangan masyarakat.

 

Dengan alasan tersebut, UU Pornografi memiliki isi pengaturan yang berasaskan pada Ketuhanan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebinekaan, kepastian hukum, non diskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara. Tujuan baik dari UU Pornografi ternyata dibagi menjadi 5 hal:

 

1. Mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan.

2. Menghormati, melindungi, dan melestarikan nilai seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual keagamaan masyarakat Indonesia yang majemuk.

3. Memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat.

4. Memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan.

5. Mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.

 

Setelah kalian mengetahui alasan pembentukan dan tujuan dari UU Pornografi, membuktikan bahwa hal pornografi ialah penting dan dapat merusak norma bangsa.

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson