Hukum dan Masyarakat dalam Hubungannya dengan Sosiologi Hukum

Sabtu, 11 September 2021 – 15:05 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Hukum dan masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan, pada dasarnya hukum ialah merupakan masyarakat.

Secara sosiologi hukum merupakan disebut sebagai lembaga sosial yang dimana artinya ialah merupakan kesatuan kaidah-kaidah yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar manusia yaitu yang bertujuan untuk mencapai kedamaian dalam bermasyarakat.

 

Sosiologi hukum berkembang dengan sebuah proses hukum yang berlangsung dalam suatu sistem sosial yang disebut dengan masyarakat. Dengan kata lain, hukum hanya dapat dimengerti dengan cara memahami sistem sosial terlebih dahulu.

Dengan berkembangnya pengetahuan mengenai sosiologi hukum, maka kalangan hukum dapat dengan lebih mudah mengetahui tumbuh dan perkembangan hukum positif di Indonesia baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.

 

Di kalangan hukum khususnya di negara yang berkembang seperti Indonesia ini, sosiologi hukum dapat membantu untuk mengetahui apakah efektivitas hukum positif sudah mencapai sasaran atau tujuan hukum itu sendiri. Hukum yang berlaku di suatu masyarakat dapat dipengaruhi oleh nilai budaya yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Contohnya, yaitu dengan dipergunakannya tradisi untuk menyelesaikan konflik melalui adat diterapkan dan menjadi hukum yang formal dan harus dipatuhi oleh masyarakat adat.

 

Problematik yang hingga kini masih sering terjadi ialah ketika pemerintah pusat menerapkan hukum formal yang dipetik berdasarkan sistem demokrasi dengan mengimpor peraturan-peraturan yang ada di luar negeri dan pada akhirnya dianggap oleh masyarakat lokal bertentangan dengan nilai budaya dalam masyarakat.

Hal ini menyebabkan timbulnya pertanyaan di masyarakat apakah sebenarnya hukum di negara Indonesia ini bersifat universal ataukah tidak.

Problematik mengenai hal penegakan hukum di Indonesia juga masih sering diperbincangkan oleh masyarakat sekitar, mulai dari ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah hingga munculnya pola pikir bahwa hukum di negara Indonesia ini dikatakan tajam ke atas dan tumpul ke bawah.

 

Maka dari itu pemahaman mengenai sosiologi hukum ini harus lebih diperhatikan lagi agar dapat mengetahui apakah efektivitas hukum positif di negara ini sudah mencapai tujuan sebenarnya ataukah belum. Apabila dikaitkan dengan keadaan negara saat ini, sosiologi hukum akan sangat berperan pada masalah-masalah seperti ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, keputusan-keputusan pemerintah yang bertolak belakang atau yang bertentangan dengan hati rakyat dan masalah-masalah lainnya yang memerlukan pandangan lain selain yang ada di dalam undang-undang.

 

Sosiologi hukum berfungsi untuk menjalin suatu jembatan antara pemerintah dengan masyarakat, dimana peran sosiologi hukum ini bertugas untuk menganalisis apa sebenarnya yang diinginkan atau dibutuhkan oleh masyarakat saat ini, sehingga mempermudah pemerintah untuk mengambil keputusan secara “win-win solution” antara masyarakat dan pemerintah.

Maka dari itu, pemahaman mengenai sosiologi hukum sangat penting untuk ditekankan lagi baik itu untuk pemerintah maupun juga untuk masyarakat sendiri. Sangat banyak manfaat yang dapat dicapai dengan adanya pemahaman yang cukup mengenai sosiologi hukum apabila ingin menjadi negara yang lebih sejahtera dan damai antara pemimpin negara dan juga rakyatnya.

 

 

Penulis - Leonardo Sanjaya