Warkopi Bikin Konten Menyerupai Warkop DKI, Hati-hati Pidana Penjara dan Denda Menanti

Selasa, 21 September 2021 – 19:40 WIB

Personel Warkop DKI: Indro, Dono, dan Kasino (atas) dan personel Warkopi: Sepriadi Chaniago, Alfred atau Dimas dan Alfin Dwi Krisnandi.

Personel Warkop DKI: Indro, Dono, dan Kasino (atas) dan personel Warkopi: Sepriadi Chaniago, Alfred atau Dimas dan Alfin Dwi Krisnandi.

JAKARTA, REQnews - Baru-baru ini lagi heboh soal kemunculan tiga pemuda yang menamakan diri mereka Warkopi. Entah sebuah kebetulan atau kesengajaan, pemeran Warkopi mirip dengan Warkop DKI. Pemeran Warkopi diisi oleh Sepriadi Chaniago, Alfred atau Dimas dan Alfin Dwi Krisnandi. 

Siapa yang tidak mengenal kepopuleran Trio Warkop DKI yakni Dono, Kasino, dan Indro. Meski dua personilnya Kasino dan Dono sudah meninggal, karya mereka yang sudah melegenda masih menjadi tontonan komedi favorit hingga kini.

Lantas, mengapa Indro buka suara dan keberatan dengan kehadiran 3 pemuda yang mempunyai wajah dan gaya yang begitu mirip dengan Warkop DKI ini?

Simak fakta menariknya dulu yaa: 

1. Warkopi membuat konten komersial

Personel Warkop DKI banyak membuat konten dengan menyerupai karakter grup komedi legendaris Warkop DKI. Video itu mereka unggah ke Youtube dan Instagram hingga viral dan diundang ke acara televisi. 

2. Warkop memiliki HAKI (Hak Kekakayaan Intelektual)

Ketua Lembaga Warkop DKI, Hanna Sukmaningsih mengatakan bahwa Lembaga Warkop DKI adalah pemegang hak eksklusif yang sah atas merek/nama "Warung Kopi Dono Kasino Indro" atau biasa dikenal masyarakat dengan nama "Warkop DKI". Ia menilai, secara etika tidak berlebihan apabila Warkopi dapat meminta izin terlebih dahulu guna mencegah terlukanya hati keluarga personel Warkop DKI dan Indro Warkop atas tayangan yang dipertontonkan oleh Warkopi.

Tindakan Warkopi juga telah mengakibatkan Lembaga Warkop DKI dirugikan, khususnya PT Falcon sebagai pihak yang memiliki perjanjian eksklusif dengan Lembaga Warkop DKI.

PT Falcon telah diberikan hak untuk menggunakan (termasuk juga hak komersial) dari Warkop DKI. 

Mengapa Warkopi harus meminta izin kepada Warkop DKI?

Berikut penjelasan hukumnya:

Warkopi telah melanggar hak cipta yang dipunya oleh Lembaga Warkop DKI dalam hal ini dikuasai oleh Indro serta anak-anak mendiang Dono dan Kasino. Mengapa? karena Lembaga Warkop DKI sebagai pemegang hak eksklusif. 

Hak cipta diatur dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta).

 

Dalam UU itu dijelaskan bahwa hak cipta merupakan bagian dari kekayaan intelektual yang memiliki objek dilindungi. Termasuk di dalamnya seni film.

Warkopi tanpa hak atau tanpa izin sudah mendapatkan keuntungan dengan menyiarkan atau menyebarluaskan konten dengan menyerupai pelaku pertunjukan yang memiliki hak terkait dari hak cipta.

Padahal sesuai dengan Pasal 1 nomor 5 soal hak terkait, yaitu hak yang berkaitan dengan hak cipta yang merupakan hak eksklusif bagi pelaku pertunjukan, produser fonogram, atau lembaga penyiaran.

Pelaku pertunjukan ini kalau dalam film adalah aktor. Jadi yang dilindungi adalah hak terkait yang melekat pada aktor. Misalnya pakaian, cara bicara, gaya jalan, dan lain-lain dari karakter yang diperankan aktor tersebut.

Nah orang yang memiliki hak terkait bisa mendapatkan hak ekonomi. Pasal 8 menyatakan bahwa hak ekonomi merupakan hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan.

Apa itu hak eksklusif :

Hak eksklusif adalah hak yang semata-mata diperuntukkan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pemegangnya.

Dalam pengertian “mengumumkan atau memperbanyak”, termasuk kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menjual, menyewakan, meminjamkan, mengimpor, memamerkan, mempertunjukkan kepada publik, menyiarkan, merekam, dan mengkomunikasikan Ciptaan kepada publik melalui sarana apa pun.

Jadi, setiap orang dilarang tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta untuk menggandakan atau menggunakan secara komersial suatu ciptaan.

Memakai hak cipta orang lain tanpa seizin pemiliknya ada sanksi nya lho. Diatur dalam Pasal 113 UU Hak Cipta:

 

(1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(2) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Bukan hanya sanksi pidana, ada upaya perdata yang dapat dilakukan Indro dan ahli waris Warkop. Mereka dapat mengguggat Warkopi. Hal itu diatur dalam Pasal 22 UU Hak Cipta. Pasal itu menjelaskan pelaku pertunjukan memiliki hak moral yang meliputi hak untuk:

a. namanya dicantumkan sebagai Pelaku Pertunjukan, kecuali disetujui sebaliknya; dan
b. tidak dilakukannya distorsi Ciptaan, mutilasi Ciptaan, modifikasi Ciptaan, atau hal-hal yang bersifat merugikan kehormatan diri atau reputasinya kecuali disetujui sebaliknya.

Nah, beda halnya gais kalau misalnya Warkopi ini meminta izin kepada pemegang hak cipta dalam hal ini Lembaga Warkop DKI. Mereka akan terlepas dari sanksi pidana maupun perdata dengan syarat mempunyai lisensi.

Apa itu lisensi? 

Lisensi adalah izin tertulis yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemilik Hak Terkait kepada pihak lain untuk melaksanakan hak ekonomi atas Ciptaannya atau produk Hak Terkait dengan syarat tertentu.

Tapi bukan cuman sekedar kertas kosong tanpa isi ya gais, Warkopi wajib memberikan royalti kepada pemegang hak cipta.

Apa itu royalti?
Royalti adalah imbalan atas pemanfaatan Hak Ekonomi suatu Ciptaan atau Produk Hak Terkait yang diterima oleh pencipta atau pemilik hak terkait.

Jadi, kalau pun hendak menggunakan atau memakai diwajibkan untuk meminta izin terlebih dahulu dari pencipta sekaligus pemegang hak cipta.

Jangan anggap sepele ya hak cipta ini. Mari kita saling menghargai karya orang lain.