Pernah Dengar Legitieme Portie dalam Pembagian Warisan? Simak Penjelasannya

Kamis, 23 September 2021 – 14:01 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Legitieme Portie merupakan istilah yang dikenal dengan pengertian ‘bagian mutlak’, yaitu merupakan ketentuan mengenai perhitungan harta peninggalan yang menjadi hak bagi para ahli waris dalam hukum perdata Indonesia.

Ketentuan lebih lanjut diatur dalam Pasal 913 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), yang dimaksud dengan Legitieme Portie adalah sesuatu bagian dari harta peninggalan yang harus diberikan kepada ahli waris, garis lurus menurut ketentuan undang-undang yang berlaku, terhadap mana si yang meninggal tak diperbolehkan menetapkan sesuatu, baik selaku pemberian antara yang masih hidup, maupun selaku wasiat.

Adanya ketentuan mengenai Legitieme Portie ini dimaksudkan agar ahli waris legitimaris terlindungi dan tidak dirugikan, apabila si pewaris hendak bertindak sewenang-wenang.

 

Bagian mutlak Legitime Portie untuk ahli waris dalam garis ke bawah, berdasarkan Pasal 914 KUHPerdata adalah:

 

1.     Jika pewaris hanya meninggalkan 1 orang anak sah maka Legitieme Portie-nya adalah setengah dari bagiannya menurut undang-undang.

 

2.     Jika meninggalkan dua orang anak sah, maka besarnya Legitieme Portie adalah dua pertiga dari bagian menurut undang-undang dari kedua anak sah tersebut.

 

3.     Jika meninggalkan tiga orang anak sah atau lebih, maka besarnya Legitieme Portie adalah tiga perempat dari bagian para ahli waris tersebut menurut ketentuan undang-undang.

 

4.     Untuk ahli waris dalam garis ke atas (orang tua, kakek/nenek pewaris), besarnya Legitieme Portie menurut ketentuan Pasal 915 KUHPerdata, selamanya setengah dari bagian menurut Undang-undang.

 

Legitieme Portie hanya berlaku jika anak luar kawin diakui secara sah oleh pewaris sesuai ketentuan dalam Pasal 916 KUHPerdata.

Bagian mutlak dari anak luar kawin yang telah diakui adalah setengah dari bagian yang seharusnya diterima oleh anak luar kawin tersebut menurut ketentuan undang-undang, sedangkan yang tidak diakui tidak termasuk dalam kategori anak di luar nikah.

Legitieme Portie dalam perolehannya, harus selalu terdapat tuntutan, apabila tidak dituntut, maka tidak memperoleh Legitieme Portie atau bagian mutlak waris.

Setiap legitimaris mempunyai hak untuk menuntut atau bahkan melepaskan Legitieme Portie-nya tanpa bersama-sama dengan legitimaris lainnya.

 

Hal yang perlu menjadi catatan adalah apabila pewaris mengangkat seorang ahli waris dengan wasiat untuk seluruh harta peninggalannya, lalu terdapat legitimaris yang tidak menuntut Legitieme Portie sebagaimana haknya, maka bagian legitimaris yang tidak menuntut tersebut tetap menjadi bagian ahli waris yang di tunjuk menurut wasiat tersebut.

Penuntutan terhadap Legitieme Portie dapat dilakukan terhadap segala macam pemberian yang telah dilakukan oleh si pewaris baik berupa erfstelling, hibah wasiat atau hibah.

Sebagaimana ketentuan dalam Pasal 920 KUHPerdata penuntutan terhadap Legitieme Portie, dapat dilakukan terhadap hibah atau hibah wasiat yang mengakibatkan berkurangnya Legitieme Portie dalam suatu harta peninggalan setelah warisan terbuka.

 

Penulis - Leonardo Sanjaya