Deretan Kasus Misterius yang Belum Terpecahkan: Pembunuhan Subang hingga Keberadaan Harun Masiku

Kamis, 30 Desember 2021 – 21:01 WIB

 Tahun 2021 tinggal menghitung hari, namun sejumlah kasus misterius belum juga terungkap (Foto: Istimewa)

Tahun 2021 tinggal menghitung hari, namun sejumlah kasus misterius belum juga terungkap (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Tahun 2021 berakhir, berganti 2022. Namun, masih begitu banyak kasus-kasus yang sudah sejak lama tak jelas ujungnya, tak pernah terungkap, apalagi tuntas.

Kasus-kasus lama menumpuk, mengantri untuk diselesaikan. Sementara kasus baru bermunculan, juga sama, tak terungkap, tak tuntas penanganannya oleh pihak berwenang.

Di akhir 2021 ini, REQnews akan mengulas sedikit dari sederet-deret kasus misterius yang tak terpecahkan, yang masih dibicarakan banyak orang dan sudah sepatutnya menjadi PR besar bagi penegak hukum.

1. Kematian mahasiswa UI, Akseyna Ahad Dori 

Enam tahun yang lalu, tepatnya 26 Maret 2015, seorang mahasiswa Biologi Fakultas MIPA UI bernama Akseyna Ahad Dori (19) ditemukan meninggal di Danau Kenanga, Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Hingga kini kematian putra Marsekal TNI Mardoto itu masih menjadi misteri. 

Berdasarkan penyelidikan dan gelar perkara, polisi menegaskan bahwa Akseyna dibunuh, terlihat dari beberapa bukti berikut:
1. Tubuh Akseyna dipenuhi luka di kepala dan badan.
2. Saat ditemukan, jenazah Akseyna menggendong ransel berisi batu bata seberat 14 kg.
3. Adanya ‘surat wasiat’ palsu yang oleh grafolog telah dibuktikan bahwa surat tersebut ditulis oleh dua orang yang berbeda.
4. Hasil otopsi menunjukkan adanya air dan pasir di paru-paru Akseyna, menunjukkan bahwa Akseyna dimasukkan ke danau dalam kondisi hidup/bernafas namun tidak sadarkan diri.
5. Adanya sobekan pada sepatu bagian tumit yang menunjukkan bahwa Akseyna diseret sebelum dimasukkan ke danau.

Sudah berkali-kali Kapolres, Kapolsek, dan Kapolda berganti jabatan, namun semuanya nihil, tidak ada kemajuan yang berarti terkait pengungkapan kasus Akseyna. Berulang kali kepolisian berjanji akan menyelidiki dan mengungkap kasus, namun hingga 6 tahun, janji yang sama terus diulang-ulang tanpa ada realisasi.

Keluarga pun tidak mendapat update perkembangan penyelidikan kasus.

Universitas Indonesia, sebagai lembaga pendidikan yang kehilangan mahasiswanya sekaligus sebagai tempat ditemukannya jenazah, juga tampak lepas tangan. Hingga saat ini, tidak tampak adanya upaya nyata dari UI untuk membantu pengungkapan kasus ini.

Pihak kepolisian sempat membuka kembali penyidikan pada tahun 2020, namun masih mangkrak hingga sekarang. Kasus ini seharusnya menjadi catatan penting bagi institusi Polri.  

2. Misteri Keberadaan Harun Masiku 

Hampir dua tahun berlalu, buron terduga korupsi Harun Masiku belum juga dapat diringkus. Harun ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK lantaran diduga menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal dunia.

Dia diduga menyiapkan uang sekitar Rp 850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan. Harun menjadi buron KPK sejak Januari 2020.

Sempat berendus kabar Harun Masiku berada di Indonesia pada Agustus 2021. Hal tersebut diungkapkan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Ronald Sinyal.

Hanya saja, Ronald tidak bisa melanjutkan pencarian karena berstatus nonaktif berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 perihal tindak lanjut bagi pegawai yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Menurut Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana, ada 2 faktor penyebab Harun Masiku belum ditangkap. Adapun faktor internal, keraguan komitmen KPK untuk menangkap Harun Masiku. 

Sedangkan faktor eksternal, Kurnia menduga Harun Masiku dilindungi kekuasaan yang besar dan dapat mengkontrol Ketua KPK Firli Bahuri.

3. Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Pelaku pembunuhan yang menewaskan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat belum juga terungkap. Kasus yang mencuri perhatian publik ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi institusi Polri. Pasalnya sudah 4 bulan pasca pembunuhan dalang pembunuhan belum juga dapat diadili. 

Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan oleh Yosef, suami Tuti, di dalam bagasi mobil Alphard yang diparkir di garasi rumah, pada Rabu 18 Agustus 2021. 

Hasil autopsi menunjukkan bahwa Tuti dan Amalia tewas dengan luka berat di kepala diduga akibat serangan benda tumpul. Adapun Tuti juga mengalami robek di bibir.

Tuti diduga dieksekusi di kamar tidurnya. Sedangkan Amalia sempat melawan saat diserang oleh pelaku.

Puluhan saksi sudah diperiksa, namun tak satupun mengarah kepada pelaku pembunuhan. Mulai dari lingkungan keluarga antara lain suami Tuti, Yosef, istri muda Yosef, pacar Amalia, Diki Ramdani, sepupu korban bernama Danu, kakak Amalia bernama Yoris hingga saksi mata lainnya. 

Dugaan polisi, pelaku pembunuhan ibu dan anak itu adalah orang dekat dan lebih dari satu orang pelaku.

Dari hasil olah TKP, polisi juga telah menemukan beberapa barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya papan pencuci baju, pisau stainless, karpet dengan bercak darah, pakaian korban, serta sidik jari. Selain itu, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ternyata ponsel milik Amalia hilang dan diduga dibawa pelaku.

Sementara itu Pakar Hukum, Ricky Vinando mengungkapkan penyebab sulitnya mengungkap kasus pembunuhan Subang. Menurutnya lokasi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan diduga sudah rusak.

"Yang menyebabkan kasus Subang sulit terungkap karena TKP sudah rusak ditambah lagi dengan banyak genangan air bercampur darah sebagaimana keterangan Saksi Ujang" kata Ricky saat dihubungi REQnews.com, Rabu 28 Desember 2021.

Pihak yang membuat TKP banyak genangan air itu Lanjut Ricky yang mestinya patut diduga.

"Karena tak lazim tak wajarlah seperti itu." katanya.

"Belum lagi orang-orang yang tak punya kepentingan masuk ke TKP sebelum polisi datang atau sebelum police line dipasang. Tapi sebenarnya secara hukum sudah banyak alat bukti tapi saya juga tak tahu kenapa belum ada penetapan tersangka" ucapnya lagi.

Adapun pihak yang paling bertanggung jawab dalam menyelesaikan kasus ini kata Ricky adalah Polda Jabar.

"Sesuai dengan wilayah hukumnya, yang paling bertanggung jawab untuk mengungkap kasus ini adalah Polres Subang namun kini udah diambil alih Polda Jabar. Jadi sepenuhnya tanggung jawab ada pada Polda Jabar" kata Ricky.

Ia juga menyoroti Pengacara Danu yang salah strategi dalam membela Danu selama ini. Terutama pengakuan pengacara Danu soal Banpol.

Namun, kasus pembunuhan tersebut sudah memulai babak baru. Terbaru, polisi mengeluarkan sketsa wajah terduga pelaku pembunuhan. 

"Sketsa wajah ini hasil dari tim Inafis Bareskrim," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Yani Sudarto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu 29 Desember 2021.

Adapun identifikasi sketsa secara rinci sebagai berikut :

Nama : Mr X
Jennis Kelamin : laki-laki
Usia : 30 tahun
Bentuk muka : Oval
Bentuk dagu : Lancip
Warna rambut : hitam
Hidung : lurus
Bentuk badan : sedang
Warna kulit : putih bersih
Informasi lain : Memakai kemeja kotak kotak hitam garis putih

Tulisan ini juga tidak menafikkan kasus-kasus lama yang terjadi dan tak sempat untuk diulas, seperti misteri pembunuhan seorang buruh bernama Marsinah, hilangnya budayawan dan aktivis HAM Wiji Thukul, tak terungkapnya dalang pembunuh Munir, hingga otak penyiraman air keras terhadap mantan penyidik KPK Novel Baswedan, dan lainnya.