Catatan Kasus Terorisme 2021: Terbunuhnya Ali Kalora, Bom Makassar dan Modus Pendanaan Kripto

Jumat, 31 Desember 2021 – 16:50 WIB

Ilustrasi terorisme

Ilustrasi terorisme

JAKARTA, REQnews - Sepanjang 2021, telah terjadi begitu banyak kasus-kasus terorisme yang meresahkan masyarakan dan mengancam negara.

REQnews.com merekam banyak kejadian-kejadian penting tahun 2021 ini yang berkaitan dengan terorisme, mulai dari terbunuhnya pimpinan MIT Ali Kalora, ledakan bom di katedral Makassar, dugaan keterlibatan Munarman ke ISIS, kebrutalan OPM hingga mata uang kripto sebagai cara baru pendanaan kelompok-kelompok teror.

Dalam laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), total ada 364 orang yang telah diamankan Densus 88 sepanjang 2021.

Sebagian besarnya telah dilakukan pemeriksaan dan penyidikan, yakni terhadap 332 orang. Lalu, 3 orang dilimpahkan ke pidana umum, meninggal dunia 13 orang dan dipulangkan 16 orang.

Dari laporan BNPT, sebagian besar para teroris itu terafiliasi dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI), 154 orang dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD), 16 dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT), serta 16 lainnya terafiliasi pada organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI).

 

Berikut sederet fakta serta kilas balik kasus terkait terorisme terbesar di Indonesia sepanjang 2021, berdasarkan catatan REQnews.com:

1. Pergerakan Enam Organisasi Terorisme Basis Islam

BNPT melaporkan, masih ada enam organisasi teroris yang aktif melakukan pergerakan di Indonesia, yakni Jamaah Islamiyah, Jamaah Ansharut Daulah, Jamaah Ansharut Khilafah, Jamaah Ansharusy Syariah, Negara Islam Indonesia, dan Mujahidin Indonesia Timur.

Ini belum termasuk gerakan radikal melalui konten-konten media sosial dan berbagai platform digital lainnya. BNPT mencatat, sepanjang 2021 terdeteksi ada 600 situs atau website yang menyampaikan pesan-pesan berbau terorisme, dengan target anak muda.

Sementara para anggota dari berbagai organisasi terorisme itu sudah ditangkap. Sebagai contoh penangkapan tiga anggota JAD secara terpisah di Kalimantan Tengah, kemudian penangkapan 4 orang di Palembang, pembasmian teroris Poso yang kini hanya tersisa 4 orang, serta lainnya.

2. Bom Makassar

Minggu pagi, 28 Maret 2021, sebuah bom meledak di depan Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus atau Katedral Makassar dan melukai sekitar 20 orang. Kala itu, umat Katolik tengah melaksanakan misa Minggu Palma, bagian dari perayaan pekan suci.

Dari keterangan pihak berwenang, pelaku adalah sepasang suami istri yang meledakkan diri dan terafiliasi dengan JAD. Polisi kemudian bergerak menelusuri pihak-pihak yang terlibat.

Puluhan orang kemudian dijadikan tersangka dan ditangka di tempat serta daerah berbeda-beda. Terakhir, salah satu buronan bom Makassar berinisial MS (22) ditangkap Densus 88 di Pinrang, Sulawesi Selatan. Ia selama ini menyembunyikan identitasnya sebagai teroris, dengan berjualan siomay.

3. Kematian Ali Kalora

Perburuan panjang terhadap pemimpin organisasi teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Ahmad alias Ali Kalora yang beroperasi di Poso, berakhir pada Sabtu 18 September 2021. 

Penerus Santoso itu, menjemput ajalnya setelah disergap aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Madago Raya di wilayah Desa Astina, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Peluru panas menghujam tubuhnya, begitu juga pengawalnya bernama Jaka Ramadhan.

Kini, MIT sudah di ambang kehancuran. Menurut data terbaru, DPO dari kelompok tersebut hanya tersisa empat orang, yakni Askar alias Pak Guru, Mukhlas alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

4. Pembunuhan Kepala BIN Papua

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya tewas ditembak teroris KKB atau OPM di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada Minggu 25 April 2021.

Danny yang sedang melakukan perjalanan darat bersama beberapa anggotanya, disergap oleh kelompok KKB. Ia tewas setelah tertembak di bagian kepala.

Ini satu dari sekian kasus terbesar penyerangan KKB terhadap aparat. Polda Papua mencatat, telah terjadi 94 kali peristiwa penembakan oleh kelompok teror di Bumi Cenderawasih. 

Jumlah korban tewas yang diakibatkan oleh penyerangan itu, adalah 44 orang. Dari total korban, 15 di antaranya adalah anggota TNI-Polri.

Kemudian, 18 warga sipil di Papua juga ikut menjadi korban tewas. Sementara dari KKB, jumlah anggotanya yang menjemput ajal berjumlah 11 orang.

5. Munarman Diduga Terlibat ISIS

Eks Sekretaris Umum organisasi terlarang FPI Munarman kini masih berkutat dengan kasus yang menjeratnya, yakni dugaan keterlibatan dengan kelompok teroris internasional ISIS.

Dokumentasi yang menunjukkan Munarman terlibat di berbagai agenda ISIS, termasuk pembaiatan di UIN Syarif Hidayatullah dan Makassar, kini menjadi bukti dugaan tersebut.

6. Mata Uang Kripto sebagai Modus Baru Pendanaan Terorisme

Melejitnya investasi mata uang kripto belakangan ini yang banyak digandrungi anak muda, ikut dimanfaatkan oleh kelompok terorisme dalam melakukan pendanaan.

BNPT dalam laporan Penilaian Risiko Indonesia Terhadap Tindak Pidana Terorisme dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal Tahun 2021 mengungkap, meskipun cara-cara lama seperti modus penggalangan dana infaq, zakat, santunan, atau melalui kotak amal masih tetap masif dilakukan, namun kripto muncul sebagai strategi baru yang sedang populer digunakan kelompok teror.

Selain kripto, kelompok teroris juga memanfaatkan pinjaman online sebagai tambahan pendanaan mereka.