IFBC Banner

Mengenal Prinsip WTO, Ternyata Dapat Menguntungkan Indonesia

Selasa, 25 Januari 2022 – 11:04 WIB

World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia (Foto: Istimewa)

World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia (Foto: Istimewa)

 

JAKARTA, REQnews – Organisasi Perdagangan Dunia atau dikenal dengan sebutan World Trade Organization (WTO) pertama kali dibentuk pada 1 Januari 1995 sebagai penanda reformasi perdagangan internasional terbesar sejak perang dunia kedua, dan merupakan satu-satunya organisasi global internasional yang berkaitan dengan aturan perdagangan antar negara dengan tujuan untuk mencapai perdagangan yang lancar, dapat diprediksi dan sebebas mungkin.

Fokus utama WTO dalam menjalankan tugasnya ialah berdasarkan prinsip yang sederhana dalam membentuk dasar dari sistem perdagangan multilateral, untuk membuka perdagangan bagi semua kepentingan. Ini adalah prinsip-prinsip yang dianut oleh WTO yang dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia:

- Non-diskriminasi, yaitu tidak ada suatu negara yang boleh membeda-bedakan antara mitra dagangnya seperti terhadap harga, produk, layanan, warga negaranya sendiri maupun kepada pihak asing.

 

- Perdagangan bebas, dimaksudkan untuk mengurangi hambatan perdagangan, hambatan sebagaimana dimaksud dapat berupa bea masuk, larangan terhadap kuota impor dan lain sebagainya.

 

- Prediktabilitas dan transparansi, hal ini menjadi komponen penting ketika berhadapan dengan perusahaan asing, investor dan pemerintah, karena harus terdapat kepastian bahwa hambatan perdagangan tidak akan dinaikkan secara sewenang-wenang oleh pemerintah. Dengan stabilitas ekonomi dan prediktabilitas ketentuan peraturan perundang-undangan pada suatu negara, dapat mendorong investasi, lapangan kerja dan pertambahan konsumen.

 

- Persaingan yang sehat, berpotensi mencegah praktik tidak adil, seperti subsidi ekspor dan produk dumping yaitu penjualan suatu produk/jasa di bawah nilai normal untuk mendapatkan pangsa pasar, khususnya dengan membebankan bea masuk tambahan yang dihitung untuk mengkompensasi kerusakan yang disebabkan oleh perdagangan yang tidak adil.

 

- Dukungan yang ditujukan bagi negara berkembang, faktanya terdapat lebih dari tiga perempat anggota WTO sedang mengembangkan ekonomi atau dalam transisi ke ekonomi pasar. Perjanjian WTO memberi kesempatan bagi negara berkembang terhadap masa transisi menyesuaikan diri dengan ketentuan WTO.

 

- Perlindungan lingkungan, dalam melaksanakan perjanjian WTO, diizinkan bagi anggota untuk mengambil tindakan untuk melindungi tidak hanya kesehatan masyarakat, hewan dan tumbuhan tetapi juga lingkungan. Namun, langkah-langkah ini harus diterapkan dengan cara yang sama untuk bisnis nasional dan asing, terlebih lagi, negara anggota tidak boleh menggunakan langkah-langkah perlindungan lingkungan sebagai sarana untuk memperkenalkan hambatan perdagangan yang diskriminatif.

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson