IFBC Banner

Besok, Kali Pertama Bangkai Roket Luar Angkasa Menabrak Bulan

Kamis, 03 Maret 2022 – 11:23 WIB

Foto: ktvz.com

Foto: ktvz.com

Maryland, REQNews.com -- Besok, Jumat 4 Maret pukul 11:00, bangkai roket luar angkasa yang selama bertahun-tahun mengapung akan menjadi sampah luar angkasa pertama yang menabrak permukaan Bulan.

Peristiwa itu tidak bisa diamati dari Bumi, atau terlihat dengan teropong, karena potongan sampah luar angkasa itu menabrak di sisi jauh bulan.

"Jika bisa dilihat, Anda akan menyaksikan kilatan besar, debu dan pecahan roket berhamburan dan batu-batu besar terlempar sejauh ratusan kilometer," kata Bill Gray, peneliti independen yang berfokus pada dinamika orbital dan pengembang perangkat lunak astronomi.

Bill Gray adalah oran pertama yang melihat lintasan roket pendorong yang bertahun-tahun berstatus sampah luar angkasa ini.

Satu-satunya cara mengetahui dengan tepat di mana roket itu akan jatuh adalah melalui gambar. Namun, Lunar Reconnaissance Orbiter NASA tidak dalam posisi untuk mengamati dampak yang terjadi akibat tabrakan itu.

Tim misi orbit sedang menilai apakah pengamatan dapat dilakukan terhadap perubahan pada lingkungan Bulan, dan mengidentifikasi kawah yang terbentuk oleh tabrakan.

"Ini menghadirkan peluang penelitian yang menarik," kata Badan Antariksa AS (NASA) dalam pernyataan email-nya.

Setelah tabrakan, misi dapat menggunakan kameranya untuk mengidentifikasi lokasi lumbukan, membandingkan gambar lama dengan gambar baru yang diambil setelah tumbukan. Pencarian kawah tumbukan akan sangat menantang, dan mungkin memakan waktu berminggu-minggu, atau mungkin bulanan.

Pengorbit Chandrayaan 2 India, kata Gray, mungkin dapat menemukan kawah hasil tumbukan yang berdiameter 62 kaki.


Sampah Siapa yang Menabrak Bulan?

Yang menarik adalah asal usul roket pendorong yang jadi sampah antariksa ini tidak jelas. Gray semula mengidentifikasinya sebagai roket tahap Falcon milik SpaceX yang diluncurkan US Deep Space Climate Observatory atau DSCOVR, tahun 2015.

Belakangan diketahui Gray salah mengidentifikasi. Pengamatan berikut sampai pada kesimpulan itu sampah misi bulan Cina tahun 2014. Penilaian itu disetujui NASA.

Kementerian Luar Neger Cina membantah sampah itu berasal dari misi bulan Chang'e-5. dengan mengatakan roket terbakar saat masuk ke atmosfer Bumi.

Jadi, ini sampah siapa. Sejauh ini tidak ada lembaga yang secara sistematis melacak puing-puing luar angkasa yang begitu jauh dari Bumi. Akibatnya, selalu muncul kebingungan ketika sampah tiba-tiba muncul dan membahayakan.

Saat ini sekitar 25 ribu keping sampah antariksa mengorbit Bumi. Sampah-sampah itu seukuran bola softball atau lebih besar, dan dapat menghancurkan satelit jika berbenturan.