IFBC Banner

Mengenal KleptoCapture, Taktik Jitu AS Hentikan Perang Melalui Perampasan Aset

Minggu, 06 Maret 2022 – 15:42 WIB

Ilustrasi Perang Rusia vs Ukraina (Foto: dailysabah.com)

Ilustrasi Perang Rusia vs Ukraina (Foto: dailysabah.com)

JAKARTA, REQnews - Perang Rusia vs Ukraina telah menimbulkan dampak besar terhadap hak asasi jutaan orang di seluruh Ukraina. Banyak kalangan mengkhawatirkan, dampak invasi Rusia ke Ukraina bakal meluas ke seluruh dunia.

Tak hanya politik, dampak ekonomi juga semakin terasa dan akan dirasakan oleh masyarakat di banyak negara. Salah satu sektor terdampak adalah harga minyak dunia terus meningkat mendekati US$ 120 per barel.

 

Berbagai upaya diplomatik terus dilakukan untuk menghentikan perang Rusia dan Ukraina. Amerika Serikat misalnya, punya taktik jitu dalam menghentikan perang di era modern.

Strategi tersebut adalah pembentukan KleptoCapture Task Force atau Satuan Tugas KleptoCapture oleh Presiden America Serikat Joe Biden.

 

 

 

Dalam release Departemen Kehakiman Amerika Serikat (United State Department of Justice) yang dipublikasikan melalui Justice News Rabu 2 Maret 2022, Jaksa Agung Merrick B Garland mengumumkan peluncuran Satuan Tugas KleptoCapture.

Mengenal istilah KleptoCapture

Istilah KleptoCapture sendiri berasal dari kata "kleptokrasi," yang didefinisikan sebagai individu korup yang menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk mengumpulkan kekayaan dengan mengorbankan orang-orang yang mereka pimpin.

Kata Kleptokrasi ini sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata, yaitu : Klepto yang artinya pencuri dan kratia yang artinya kekuasaan.

Sehingga Kleptokrasi dimaknai sebagai : “para pemimpin pemerintahan yang korup dengan menggunakan kekuatan politik yang berada dalam tangannya untuk mengambil Aset dan kekayaan rakyat yang mereka kelola dengan cara menggelapkan atau menyalahgunakan dana pemerintah dengan mengorbankan kepentingan populasi yang lebih luas”.


Para pelaku kleptokrasi ini disebut Kleptokrat.

Dengan demikian kata kleptocapture dapat diartikan bebas yaitu menangkap pencuri, klepto pencuri dan capture menangkap.

Sebagai kejahatan Kleptocracy memiliki beberapa ciri dan karakteristik tersendiri, antara lain:

1. Pelakunya (kleptocrat) adalah politisi korup yang memperkaya diri secara melawan hukum dengan modus tindak pidana suap, gratifikasi dan penyalahgunaan kekuasaan maupun fasilitas guna mengarahkan uang negara untuk diri sendiri dan atau kawan2 mereka.
2. Sebagian besar kleptokrat menyimpan aset hasil kejahatan mereka di luar negeri.
3. Kalaupun ada tindakan penghukuman untuk para kleptokrat, biasanya dilakukan diam-diam dan tidak terbuka.
4. Secara umum kleptokrasi mempunyai hubungan dengan kediktatoran, oligarki, junta militer atau bentuk lain pemerintahan otokratis dan nepotis dimana pengawasan eksternal tidak mungkin atau tidak ada.
5. Penguasa kleptokratis sering memperlakukan perbendaharaan negara seperti milik pribadi, membelanjakan dana untuk barang-barang mewah dan pemborosan sesuai keinginan mereka.
6. Banyak diantara mereka secara diam-diam mentransfer dana publik ke rekening bank bernomor pribadi yang tersembunyi di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri jika dicabut dari kekuasaan.

Apa itu KleptoCapture Task Force ?

Satuan Tugas KleptoCapture adalah sebuah unit baru yang bertujuan untuk menegakkan sanksi besar-besaran yang dikenakan pada pejabat Rusia atas perang Putin di Ukraina. Mereka akan menargetkan kapal pesiar, jet, real estat, dan aset lainnya.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengatakan bahwa satuan tugas federal yang baru dibentuk ini akan bekerja untuk lebih membebani keuangan oligarki Rusia guna menekan negara itu agar menghentikan invasinya ke Ukraina.

Jaksa Agung Merrick B Garland dalam statement nya mengungkapkan, bahwa kelompok penegakan hukum antarlembaga yang dibentuknya ini akan didedikasikan untuk menegakkan sanksi menyeluruh, pembatasan ekspor, dan penanggulangan ekonomi yang telah diberlakukan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu dan mitra, sebagai tanggapan terhadap invasi militer Rusia yang tidak beralasan ke Ukraina.

Operasional Satuan Tugas ini berada dibawah kendali Kantor Wakil Jaksa Agung AS dan terdiri dari staff Kejaksaan, Agen, Analis dan Staff Profesional dari seluruh Departemen. Spesialis serta ahli dibidang penegakan sanksi dan pengendalian ekspor, antikorupsi, perampasan Aset, anti pencucian uang, penegakan pajak, investigasi keamanan nasional dan pengumpulan barang bukti asing. Juga melibatkan agen dan analis dari berbagai lembaga penegak hukum termasuk FBI, US Marshals Service, Secret Service, Departemen Keamanan Dalam Negeri Investigasi Keamanan Dalam Negeri, Investigasi Kriminal IRS dan US Postal Inspection Service.

Nantinya Gugus tugas akan dipimpin oleh seorang mantan jaksa di Kantor Kejaksaan AS pada Distrik New York Selatan yang memiliki pengalaman menyelidiki kejahatan terorganisir Rusia dan memulihkan aset-aset gelap.

Gugus Tugas akan sepenuhnya diberdayakan untuk menggunakan teknik investigasi paling mutakhir — termasuk analisis data, penelusuran mata uang kripto, sumber intelijen asing, dan informasi dari regulator keuangan dan mitra sektor swasta — untuk mengidentifikasi penghindaran sanksi dan pelanggaran pidana terkait.

Penangkapan dan penuntutan akan diupayakan bila didukung oleh fakta dan hukum. Bahkan jika tersangka tidak dapat segera ditahan, penyitaan aset dan penyitaan perdata dari hasil yang melanggar hukum - termasuk real estat pribadi, keuangan, dan aset komersial - akan digunakan untuk memutus sumber daya Rusia dalam agresinya.

 

 

Bagaimana strategi perampasan Aset ala Amerika untuk menghentikan invasi Rusia atas Ukraina melalui Kleptocapture Task Force ?? Simak selengkapnya di video ini.