IFBC Banner

Kenapa Wawancara Kerja Berujung Kegagalan? 5 Hal Ini Perlu Dievaluasi

Kamis, 14 April 2022 – 14:00 WIB

Ilustrasi wawancara kerja

Ilustrasi wawancara kerja

JAKARTA, REQnews - Sesi wawancara menjadi tahapan yang banyak menggagalkan atau membuat seorang calon karyawan gagal bekerja di perusahaan yang ia inginkan.

Kegagalan pada sesi wawancara ini tidak hanya dikarenakan pihak perusahaan saja sebagai faktor penentu, namun si calon karyawan juga menjadi sebab.

Adanya ketidakcocokan atau masalah dalam komunikasi, bahkan tidak sesuai ekspektasi atau harapan dari kedua pihak, membuat proses penerimaan kerja, mentok di wawancara.

Lalu, hal apa yang sebenarnya banyak menyebabkan kegagalan pada sesi wawancara kerja?

Mengutip berbagai sumber, berikut adalah lima hal yang paling umum, yang membuat wawancara kerja gagal berlanjut ke tahap selanjutnya.

1. Ketidaksepahaman Konsep

Setiap orang punya idealisme, setiap perusahaan pun demikian. Sebagai pelamar, masalah kadang muncul ketika Anda lebih mengedepankan idealisme pribadi, ketimbang apa yang sebenarnya perusahaan inginkan darimu. Perbedaan ini menjadi faktor paling banyak membuat sesi wawancara gagal berlanjut.

2. Gaji

Perusahaan terkadang bertanya, berapa gaji yang diinginkan oleh Anda sebagai pelamar? Tentu saja Anda harus menyiapkan angkanya, sesuai dengan pengalaman dan kemampuan. Masalahnya muncul ketika, pertama, Anda tidak punya angka yang pasti, perusahaan melihat Anda tak punya ketegasan. Kedua, ketika Anda menyodorkan sebuah angka, perusahaan dengan alasan mempertimbangkan, ujung-ujungnya menolak. 

3. Mempelajari Perusahaan

Ini kesalahan tentunya datang dari pelamar. Satu masalah yang sering terjadi adalah, pelamar tidak terlebih dahulu mempelajari perusahaan yang ia ingin bekerja di dalamnya. Akhirnya, saat sesi wawancara, banyak hal tak sesuai harapan, dan gagal melanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Tidak Punya Arah

Perusahaan pasti bertanya, kenapa Anda melamar pekerjaan di tempat mereka? Apa yang bisa Anda berikan nantinya untuk perusahaan? Ini adalah pertanyaan klasik, namun penting untuk Anda kantongi jawabannya, sebelum memulai sesi wawancara. Kebanyakan orang menjawabnya tidak tegas, atau bahkan tak tahu sama sekali. Anda dianggap sebagai calon karyawan yang tak memiliki arah tujuan jelas.

5. Tidak Ada Tindaklanjut

Pada beberapa kasus, perusahaan sebenarnya sudah cukup merasa senang dan menunjukkan tanda-tanda ingin menerima Anda sebagai karyawan. Namun, masalahnya banyak pelamar yang enggan menghubungi kembali perusahaan, untuk sekadar bertanya 'apakah saya diterima?'. Tindak lanjut pasca wawancara penting dilakukan, untuk meyakinkan perusahaan bahwa Anda serius.