IFBC Banner

Puasa Ramadan Tanpa Niat? Bagaimana Hukumnya, Sah atau Tidak?

Selasa, 19 April 2022 – 20:04 WIB

Ilustrasi puasa

Ilustrasi puasa

JAKARTA, REQnews - Bagaimana hukumnya berpuasa namun lupa mengucapkan niat? Ini sudah menjadi pertanyaan umum, terutama di bulan Ramadan, namun selalu menjadi pemnbahasan yang serius.

Niat adalah salah satu bagian terpenting dari ibadah, termasuk puasa. Dengan niat, kita artinya bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah SWT, yang tujuannya juga jelas.

Masalahnya, pada malam hari atau sebelum waktu berpuasa, terkadang niat terlupakan. Ulama pun silang pendapat terkait hal ini, ada yang menganggap puasa tetap sah tanpa niat, ada yang meyakininya tidak sah.

Haruskah puasa diganti atau diqadha ketika niat lupa tersampaikan?

Mengutip NU Online, sah atau tidaknya puasa saat lupa membaca niat, tergantung keyakinan atau ulama mazhab apa yang kamu ikuti.

Ulama mazhab Syafi'i dengan tegas menyatakan niat adalah salah satu rukun puasa, sehingga bila tak dilakukan atau kelupaan, maka puasa menjadi tidak sah.

Niat ini begitu gampang, bisa dilafalkan maupun diniatkan meski dalam hati sekalipun. Dengan begitu, rukunnya terpenuhi.

Al Imam An Nawawi menyebut, puasa harus diqadha atau diganti bila seseorang melakukannya tanpa niat, baik sengaja maupun lupa. Hanya saja, masalah kadang muncul ketika awal Ramadan, karena belum terbiasa, banyak yang lupa mengucapkan niat.

Dalam kasus ini, Imam An Nawawi dalam Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab memberikan solusi, bagi orang yang lupa niat puasa di malam hari, maka disunahkan baginya tetap niat puasa di pagi hari.

Tapi, kondisi ini khusus untuk umat Islam yang niat mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah dalam mazhab Hanafi. Diperbolehkan membaca niat puasa pada pagi hari.

Jika tidak diniati taqlid atau mengikuti Imam Abu Hanifah, maka tidak diperbolehkan karena dianggap telah mencampuradukkan ibadah yang rusak.